Lima Ruko Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

SERANG, (KB).- Sebanyak lima unit ruko yang terletak di Jalan Raya Palka, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, ludes terbakar pada Jumat (29/6/2018) sekitar pukul 11.40 WIB siang. Kebakaran yang diduga terjadi akibat adanya konsleting arus listrik itu menelan kerugian hingga mencapai Rp 500 juta.

Pemilik Ruko Surandi (56) mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Sebab pada saat kejadian dirinya baru saja melaksanakan shalat Jumat. Ketika hendak pulang ke rumahnya di Kampung Pabuaran, dirinya mendapatkan kabar dari adiknya bahwa rukonya mengalami kebakaran.

“Katanya sih kebakaran sekitar jam 11.40 WIB sebelum Jumatan. Jadi pas lagi ditinggal,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi.

Mendengar kabar itu, dirinya pun langsung berangkat ke lokasi untuk melihat sendiri. Sesampainya di lokasi dirinya melihat para petugas Damkar dan warga sekitar sudah sibuk memadamkan kobaran apinya. “Emang biasanya juga saya kesini jam 13.00 WIB pas habis shalat Jumat itu untuk buka jaitan levis,” katanya.

Surandi mengatakan, ada 5 ruko yang turut terbakar dalam peristiwa itu. Kelima ruko tersebut terdiri atas warung baso, sembako, warteg, gorengan dan permak levis miliknya. Semua ruko tersebut merupakan miliknya yang disewakan kepada para pedagang. “Sekalian tempat tinggal juga si di permak levis itu. Saya sudah lama disini,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan tetangganya, kata Surandi, saat kejadian di ruko tersebut sedang ramai. Banyak pembeli yang sedang makan di warteg dan warung baso tersebut. Melihat kobaran api yang entah dari mana asalnya sudah membesar, para pembeli pun langsung berhamburan keluar. “Karena memang takut apalagi di dalam kan ada tabung gas, takut meledak,” katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai Rp 500 juta. “Enggak ada yang bisa diambil. Tadi yang kebakar di sana itu ada emas punya orang warteg sebanyak 30 gram, terus kulkas, motor satu unit sama mesin jahit saya dua unit,” ucapnya.

Dirinya mengaku bingung, sebab ruko tersebut merupakan satu satunya tempatnya mencari nafkah. “Saya juga bingung, mudah mudahan ada bantuan sih. Karena ini satu satunya mata pencaharian saya,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here