Lima Pejabat Pemkab Serang tak Ikut Tes Psikologi

SERANG, (KB).- Sebanyak lima aparatur sipil negara (ASN) eselon IV di Lingkungan Pemkab Serang tidak mengikuti tes psikologi dan assessment yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pada Selasa hingga Rabu (30-31/1/2018). Padahal, tes tersebut, menurut BKPSDM, merupakan hal penting, karena hasilnya akan digunakan untuk pemetaan jabatan para ASN tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan Karier BKPSDM Kabupaten Serang, Surtaman mengatakan, lima orang ASN yang tidak ikut psikotes dan assessment tersebut rata-rata merupakan kasubag UPT dinas atau pejabat eselon IV. “Kalau eselon III hadir semuanya,” katanya kepada wartawan, Jumat (2/2/2018). Ia menuturkan, alasan ketidakhadiran kelima ASN tersebut bervariasi, mulai dari sakit, urusan keluarga, dan perjalanan dinas.

Awalnya, bagi ASN yang tidak bisa hadir saat pelaksanaan tes akan diberangkatkan ke Bandung untuk tes susulan. Namun, karena jumlahnya sedikit, maka mereka akan dimasukkan pada tes di anggaran perubahan, yakni Oktober. “Soalnya sayang kan cuma berapa orang nyusul ke Bandung, nanti saja sekalian di perubahan kan eselon IV yang belum sekitar 500 orang lagi jadi disatukan,” ujarnya.

Menurut dia, psikotes dan assessment tersebut merupakan proses yang penting, sebab hasil dari tes tersebut akan digunakan untuk memetakan seseorang dengan jabatannya. “Karena, assesment ini untuk memetakan kompetensi seseorang pada posisinya yang saat ini,” ucapnya. Hasilnya, tutur dia, akan dipotret menjadi empat rekomendasi. Pertama, orang tersebut layak dengan jabatan yang sedang diduduki saat ini dan juga punya kemampuan untuk promosi ke level lebih tinggi. Kedua, orang tersebut layak di jabatan yang dia duduki saat ini, namun untuk promosi masih perlu pertimbangan.

Ketiga, orang tersebut layak dijabatan saat ini, namun ada kekurangan dan kekurangan tersebut harus diperbaiki dengan berbagai pengembangan uji kompetensi atau diklat. Sebab, pada diklat 2019, semua yang berangkat akan didasarkan hasil assessment. Dengan demikian, hasil tes tersebut, akan menunjukkan, bahwa pejabat membutuhkan diklat tertentu. “Keempat, orang itu masih layak di jabatannya, tapi banyak sekali kekurangannya. Nah, agar bisa bertahan di jabatan itu, maka dia harus banyak ikutan diklat,” tuturnya. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here