Senin, 23 Juli 2018

Lima Orang Dibekuk Resmob Polda Banten di Rumah Togel

SERANG, (KB).– Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Banten kembali membekuk pelaku perjudian. Penangkapan kali ini dilakukan terhadap jaringan perjudian toto gelap (Togel) Singapura yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang.

Penggerebegan di rumah agen judi togel di Desa Sasak, Kecamatan Mauk ini, Tim Resmob berhasil mengamankan 5 tersangka yang terdiri atas agen/pengepul, pengecer dan pengambil rekapan.

Mereka adalah Suk alias Setro (50), dan AS (20), keduanya warga Desa Sasak, Kecamatan Mauk, Sam (29), warga Desa Gunungsari, Kecamatan Mauk, MH (27), dan TH (26), warga Desa Rajeg Pabuaran, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Dari ke lima tersangka, petugas mengamankan barang bukti 3 unit telepon genggam serta uang taruhan sebanyak Rp 1.010.000.

“Dari lima orang yang kami amankan, tersangka Suk alias Setro merupakan agen togel yang memiliki sejumlah pengecer. Dari para pengecer yang tersebar di sejumlah daerah di Kabupaten Tangerang, omset judi togel sekitar Rp 200 hingga Rp 300 juta perbulan,” ungkap Kasibdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten, AKBP Sofwan Hermanto kepada kabar-banten.com, Sabtu (5/5/2018) sore.

Dikatakan AKBP Sofwan, selain Suk yang berperan sebagai agen, empat tersangka lainnya merupakan buruh yang nyambi menjadi pengecer dan pengepul rekapan nomer judi. Ke empat tersangka ini mengaku terpaksa menjadi pengecer dan pengepul rekapan togel karena ingin mendapatkan uang tambahan untuk biaya hidup.

“Sebenarnya empat tersangka memiliki pekerjaan tetap namun demi untuk mendapatkan uang tambahan, mereka mencari jalan pintas membantu bandar judi menjual kupon togel,” ungkap Sofwan Hermanto.

Lebih lanjut dikatakan, penangkapan para tersangka perjudian togel ini bermula dari informasi masyarakat yang mulai resah karena wilayahnya telah dijadikan tempat adu nasib. Bisnis judi togel yang dikelola tersangka Suk ini diketahui sudah beroperasi selama 1 tahun. Berbekal dari laporan tersebut, Tim Resmob yang dipimpin AKBP Asep Sukandarisman langsung bergerak untuk menindaklanjuti laporan.

“Masyarakat resah karena lingkungan tempat tinggal mereka dijadikan arena perjudian yang berjalan sekitar 1 tahun. Warga sempat mengingatkan agar Suk menghentikan bisnis judi itu, namun permintaan masyarakat itu tidak pernah gubris. Begitu masyarakat memberikan laporan, kami langsung tindaklanjuti,” ungkap Kasubdit.

Setelah diintai, Tim Resmob langsung menggerebek dan berhasil mengamankan tersangka Suk bersama jaringannya di rumahnya. Tersangka bersama barang bukti tersebut, langsung digelandang ke Mapolda Banten untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saat penangkapan, tersangka Suk baru saja menyetor uang taruhan kepada seorang bandar. Sudah diketahui identitasnya, namun kami tidak bisa sebutkan identitasnya karena untuk memudahkan Tim Resmob melakukan penangkapan,” kata Sofwan. (SY)*


Sekilas Info

Sungai Ciujung dan Cidurian Kembali Menghitam, Warga Ancam Demo

SERANG, (KB).- Dua aliran sungai besar di wilayah Serang utara yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *