Lima Objek Wisata Pantai Lebak yang Terus Bersolek

Salah satu peluang yang sangat terbuka untuk masuk dan berkembangnya investasi di Kabupaten Lebak adalah sektor kepariwisataan, mengingat Kabupaten Lebak memiliki sejumlah potensi wisata unggulan yang masih membutuhkan sentuhan permodalan besar dari pihak ketiga, diantaranya objek wisata pantai.

Sebagai daerah terluas di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak yang ditetapkan sebagai daerah hijau, memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari wisata budaya, wisata religi, serta bermacam wisata alam, seperti keberadaan puluhan air terjun (curug), serta hamparan pasir putih di pesisir pantai di Lebak Selatan.

Kabupaten Lebak memiliki setidaknya lima objek wisata pantai di Lebak bagian selatan yang sudah dikenal luas baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah. Bahkan Pantai Sawarna yang berada di Kecamatan Bayah, telah sejak lama dikenal oleh turis mancanegara.


Selain Pantai Sawarna yang sudah sangat familiar bagi wisatawan, Lebak juga memiliki empat pantai lainnya, yaitu Pantai Pulau Manuk, di Kecamatan Bayah; Pantai Cibobos, di Kecamatan Panggarangan; serta Pantai Bagedur dan Pantai Binuangeun, yang berada di Kecamatan Wanasalam.

”Memang harus kami akui, dari kelima destinasi wisata pantai itu, baru Pantai Sawarna yang sudah mendapatkan berbagai sentuhan pembangunan baik dari dana daerah, provinsi, hingga bantuan anggaran dari pemerintah pusat (APBN), sejak beberapa tahun belakangan ini,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin kepada Kabar Banten, beberapa waktu lalu.

Menurut Imam, optimalisasi destinasi wisata pantai telah dilakukan Pemkab Lebak melalui alokasi dana daerah (APBD II) Tahun Anggaran 2016 untuk membangun sejumlah sarana pendukung wisata di kelima pantai itu seperti toilet, musala, serta sarana pendukung lainnya.

”Kita harus mulai melakukan pengelolaan seluruh destinasi wisata, secara profesional, sehingga dapat menjadi salah satu andalan pendapatan bagi daerah, serta memberikan dampak berupa peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar lokasi. Khusus wisata Pantai Pulau Manuk, serta berbagai destinasi wisata yang berada di lahan milik pihak lain, pengelolaannya akan dikerjasamakan dengan Perhutani, karena jalan penghubung dari Bayah menuju Pulau Manuk merupakan jalan milik Pehutani,” ujarnya.


Ditambahkan, sejalan dengan visi misi Lebak yang bertekad menjadikan sebagai daerah tujuan wisata unggulan nasional berbasis kearifan lokal, sektor pariwisata diproyeksikan untuk menjadi motor penggerak (lokomotif) ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

“Kabupaten Lebak masuk daerah konservasi alam dan bukan daerah kawasan industri. Karena itu, sektor pariwisata menjadikan andalan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), pertumbuhan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan. Lebak itu memiliki destinasi wisata luar biasa dan tidak dimiliki oleh daerah lain di Provinsi Banten. Kami terus mempromosikan potensi pariwisata karena memberikan multi efek besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dijelaskan, potensi objek wisata di Kabupaten Lebak memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara di antaranya wisata alam, wisata buatan dan wisata budaya. (Tono Soemarsono)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here