Liga SSB U-17 Piala Wali Kota Serang, Laga Derbi Dimenangkan SSB Singandaru

SERANG, (KB).- Laga derbi sengit terjadi di babak perdelapan final Liga Sekolah Sepak Bola (SSB) U-17 Piala Wali Kota Serang III 2018 di Stadion Maulana Yusuf, Kamis (27/12/2018). SSB Singandaru berhasil menang susah payah atas SSB Bantara SC melalui adu tembak penalti dengan skor 6-5. Adu tembak penalti terjadi setelah kedua kubu gagal mencetak gol dalam 2×30 menit pertandingan.

Pelatih SSB Singandaru Halabi As’ad mengatakan, kedua tim bermain sama kuat dalam laga tersebut. Hanya saja keberuntungan memihak SSB Singandaru dan berhak atas tiket semi final. “Saya syukuri kemenangan ini. Saya melihat dari segi permainan kami sama-sama kuat,” ujar Halabi.

Ia menjelaskan, dari segi permainan timnya memang tidak bermain maksimal. Sejumlah peluang tidak bisa menjadi gol. Hal tersebut karena kerja sama tim yang belum begitu padu. “Team work (kerja sama tim) itu yang membuat kesulitan mencetak gol. SSB kami jarang latihan bareng, namanya anak-anak sekolah ada izinlah (absen latihan). Team work-nya belum bagus,” kata Halabi.

Ke depan, kata dia akan dilakukan evaluasi terhadap tim. Berdasarkan catatannya dari pertandingan melawan Bantara SC lini sedang masih menjadi pekerjaan rumah, karena sering dieksploitasi lawan sebagai titik lemah. “Ada kesalahan yang harus diperbaiki terutama sektor tengah, karena pada saat transisi tidak ada yang ngerebut (bola) jadi lewat-lewat saja, itu yang dievaluasi,” ucap Halabi.

Di laga semi final, SSB Singandaru akan berhadapan dengan tim kuat SSB Top Ten, Jumat (28/12/2018) sore hari ini. Dalam laga tersebut Halabi berharap timnya bermain baik. “Saya optimistis juara Piala Wali Kota Serang yang ke-3 ini. Saya besok instruksikan untuk latihan dan evaluasi,” tutur Halabi.

Sementara itu pelatih SSB Bantara SC Andi Lala tidak kecewa dengan kegagalan timnya lolos ke semi final. Ia menganggap timnya kurang begitu kerja keras sehingga menelan kekalahan. “Kami cukup apresiasi tim Singandaru. Dari segi teknis merata. Kami kalah karena kurang kerja keras dan tidak percaya diri,” kata Andi.

Ia menuturkan, dalam kejuaraan tersebut timnya tidak mengusung target tinggi karena lebih memfokuskan pada kompetisi lain seperti Piala Soeratin. “Karena dalam usia 17 tahun masih ada event lagi, kami bukan target disini lebih ke pertandingan lain kayak Soeratin,” tutur Andi. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here