Liga Basket SMA Banten, SMAN 1 Kota Serang Kawinkan Gelar

SERANG, (KB).- Tim basket SMAN 1 Kota Serang memborong gelar juara Liga Basket Tingkat SMA Banten 2018. Tim tuan rumah merajai basket putri dan putra setelah pada babak final mengalahkan wakil dari Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon.

Pada pertandingan pertama Senin (17/12/2018) tim putri berlaga terlebih dahulu di partai final. Tim putri dari SMAN 1 Pandeglang sempat memberikan perlawanan terhadap SMAN 1 Kota Serang. Meski sempat tertinggal, SMAN 1 Pandeglang mengejar perolehan poin SMAN 1 Kota Serang. Sayang dikuarter ketiga dan keempat SMAN 1 Kota Serang berhasil mendominasi laga hingga berhasil menang dengan skor 29-16.

Asisten pelatih tim putri SMAN 1 Pandeglang Sita Fajrina Haryadi mengatakan, timnya sudah memberikan segalanya di partai final. Anak asuhnya sudah bermain maksimal.”Lolos ke babak final sudah maksimal walaupun hasilnya tidak maksimal,” ujar Sita.

Ia menjelaskan penyebab timnya kalah dari tuan rumah karena kondisi fisik pemainnya sudah turun, akibatnya pemain SMAN 1 Kota Serang berhasil meraih tiga poin di babak ketiga dan keempat. “Lemparan three point (3 angka) membuat mental pemain jatuh dikuarter 3 dan 4,” ucap Sita.

Pelatih basket putri SMAN 1 Kota Serang Hari Wibowo Sapurno mengatakan, keberhasilan anak asuhnya meraih juara pertama karena permainan yang mulai tenang di babak ketiga dan keempat. Dia tidak menampik anak didiknya sempat tegang hingga lawan berhasil mendekati perolehan poin. “Anak-anak main kompak, rileks. Dari awal agak tegang. Ini tahun kedua kami mempertahankan gelar, tahun kemarin kami juga juara,” tutur Hari.

Menang Dramatis

Di pertandingan kedua, partai final putra, SMAN 1 Kota Serang nyaris dibungkam oleh SMAN 1 Kota Cilegon. Saling kejar mengejar poin terjadi di empat babak. Nahas bagi tim SMAN 1 Kota Cilegon, mereka yang selalu memimpin di tiga kuarter harus kalah di kuarter keempat dengan skor 31-34.

Kekalahan dramatis SMAN 1 Kota Cilegon tidak lepas dari lemparan tiga angka dari pemain SMAN 1 Kota Serang Khanza saat babak keempat tinggal hitungan detik. Meski kalah dramatis, pelatih SMAN 1 Kota Cilegon Agung Maulana mengaku bangga dengan timnya.

“Kami tidak kecewa (kalah dramatis). Masuk final sudah bagus, memang belum rezekinya kami untuk juara,” kata Agung.

Ia mengatakan, kegagalan timnya mempertahankan gelar juara karena ada beberapa pemain cedera. Praktis, cedera tersebut tidak membuat pemainnya maksimal di lapangan. Selain itu juga karena mental pemain yang jatuh akibat banyaknya dukungan pendukung tuan rumah.

“Mental anak-anak down sama ada penonton yang ramai, mentalnya terganggu dan akhirnya dikejar,” ucap Agung.

Sementara itu, pelatih putra basket SMAN 1 Kota Serang Oki Subarkah menuturkan, keberhasilan timnya meraih juara berkat suntikan motivasi. Para pemainnya sempat tertekan di babak pertama dan ketiga karena kurang percaya diri.

“Mungkin karena nervous (gugup) karena jadi tuan rumah hasilnya kalah (babak pertama, kedua). Instruksi saya dikuater (babak) 3 dan 4 sudah lepaskan saja, menang kalah sudah biasa yang terpenting berikan yang terbaik untuk sekolah,” tutur Agung. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here