Liga 2 Indonesia, Perserang Bungkam PSIR Rembang

SERANG, (KB).- Perserang kembali melanjutkan tren positif kala bermain di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Rabu (19/9/2018). Laskar Singandaru berhasil membungkam PSIR Rembang dengan skor tipis 1-0 melalui gol yang ciptakan oleh penyerang Oktovianus Maniani.

Bertanding di hadapan Bala Singandaru, Perserang langsung menekan pertahanan PSIR Rembang. Sejumlah peluang berhasil diciptakan oleh anak asuh Bambang Nurdiansyah (Banur), namun belum menemui sasaran. PSIR Rembang yang sejak awal menjanjikan permainan terbuka, juga tak tinggal diam.

Kebuntuan Perserang dalam menciptakan gol, membuat Banur mengubah strategi, dengan mengganti Yongky dan memasukkan Okto di menit 37. Keputusan Banur tersebut terbukti tepat. Pemain bernomor punggung 10 tersebut berhasil memecah kebuntuan di menit 45.

Memasuki interval kedua, PSIR Rembang yang berada di dasar klasemen Liga 2 Indonesia berhasil mengimbangi permainan cepat Perserang. Beberapa kali peluang emas tercipta. Salah satu di antaranya melalui sundulan gelandang Zainal Arifin di mulut gawang yang melebar tipis.

Beberapa menit kemudian, Perserang kembali menciptakan peluang. Okto yang menerima umpan silang menyambar bola melalui sundulan. Nahas, sundulan pemain berdarah Papua tersebut belum menemui sasaran. Hingga babak kedua berakhir skor 1-0 tetap bertahan.

Pelatih Perserang Banur mengatakan fisik menjadi persoalan utama timnya saat bertanding. Sebab dalam berkompetisi di Liga 2 Indonesia dengan satu pertandingan dalam tiga hari, membuat stamina pemain terkuras. “Saya cuma maintance (pemeliharaan fisik) supaya tidak terlalu drop. Kemarin lawan Solo, main pertama bagus babak kedua drop, enggak konsisten,” ujar Banur.

Ia tidak menampik Perserang bergantung pada Okto di lini depan. Sebab, mesin gol Perserang tersebut selalu menghiasi skuad meski mengalami cedera. “Okto 40 persen (kondisi fisik), kemarin fisioterapi, tadi pagi dia fisioterapi mangkanya saya cadangkan. Dalam kondisi 40 persen saya paksakan (bermain) dia bikin gol. Tadi Solech (Solehudin) babak terakhir (peluang) saya bukan puji Okto, kalau Okto itu masuk lagi, ada jiwa membunuhnya,” kata Banur.

Sementara itu, Pelatih PSIR Rembang Hadi Surento mengatakan, timnya sudah bermain bagus. Sayang sejumlah peluang yang tercipta gagal berbuah gol. “Kami sebetulnya tidak terlalu jelek (bermain), kami kecolongan di injury time. Di babak kedua, saya instruksikan untuk menyerang, tapi belum gol mungkin dewi fortuna belum memihak kami,” ucap Hadi.

Ia menuturkan, hasil berbeda kemungkinan akan didapat timnya, andaikan penyerang andalannya Koko dapat bermain dalam laga tersebut. Akibat hukuman akumulasi kartu membuat Koko tidak bisa dimainkan, sehingga posisinya digantikan penyerang lain. “Pemain depan andalan kami Koko tidak bisa tampil. Dia (Koko) yang saya harapkan karena dia punya speed (kecepatan) pertandingan berikutnya saya akan maksimalkan (Koko),” tutur Hadi. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here