Libur Pergantian Tahun, Pantai Anyer-Cinangka Kembali Jadi Pilihan Destinasi Wisata

Wisatawan saat menghabiskan liburan akhir tahun di kawasan Pantai Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang, Rabu (1/1/2020).*

Kawasan wisata Pantai Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang kembali menjadi pilihan destinasi wisata untuk perayaan pergantian tahun. Kawasan wisata yang sebelumnya sempat lumpuh pasca tsunami Selat Sunda di akhir Desember 2018, kini kembali didatangi pengunjung dilibur pergantian tahun.

Wisatawan mulai terlihat ramai di sejumlah objek wisata pantai umum daerah Anyer-Cinangka, Rabu (1/1/2020). Sejumlah pengujung terlihat berenang di pantai, sementara para pedagang juga terlihat menjajakan dagangannya.

Ketua Balawista Kabupaten Serang Dede Sulaeman mengatakan, wisatawan mulai banyak mengunjungi tempat wisata pantai yang ada di Anyer dan Cinangka pada pagi hari.

Sementara, pada malam perayaan tahun baru sepi. Itu diduga akibat adanya isu badai atau angin topan yang akan menerjang pada malam tahun baru. Sehingga wisatawan mulai ramainya pada pagi hingga sore harinya.

“Alhamdulillah sampai saat ini terpantau jumlah kunjungan wisatawan (Ke Kawasan Wisata Pantai Anyer-Cinagka) mulai membaik pasca tsunami kemarin. Hanya saja perayaan malam tahun baru sepi karena ada isu badai itu, jadi ramai di pagi sampai sore hari,” kata Dede kepada Kabar Banten, Rabu (1/1/2020).

Dia menjelaskan, beredarnya isu akan adanya badai tersebut mengakibatkan wisatawan memilih menjauhi pantai. Sehingga pada malam pergantian tahun, tidak banyak yang merayakannya di pinggir pantai Anyer dan Cinangka.

Sementara, pada pagi sampai sore harinya banyak wisatawan dari luar Kabupaten Serang yang berbondong-bondong mendatangi pantai.

“Kalau pagi sampai sore baru ramai, kebanyakan wisatawan yang datang dari luar seperti Bandung, Bogor dan lainnya. Ini menandakan bahwa sampai saat ini Anyer dan Cinangka aman,” ujarnya.

Sementara, Dede menuturkan, untuk kondisi cuaca di sekitar Pantai Anyer dan Cinangka juga relatif baik. Hanya saja, sedikit mendung dan isu adanya badai pun terbukti tidak ada. Justru, adanya bencana bukan berada di wilayah Anyer dan Cinangka, tetapi di daerah lain. Pihaknya pun menekankan sampai saat ini Anyer Cinangka aman untuk dikunjungi.

“Saya tetap menghimbau kepada wisatawan untuk tetap berhati-hati saat berenang. Tetap mengikuti arahan yang diberikan, karena Balawista sudah memasang batasan-batasan pengamanan untuk berenang di pantai. Kami juga menyampaikan bahwa Anyer Cinangka aman,” tuturnya. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here