Rabu, 26 September 2018

Libur Panjang, Pengguna Kereta Api Meningkat

SEJAK dilakukan perombakan menyeluruh baik pada sisi pelayanan, kenyamanan, terutama penambahan jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api (KA), jenis transportasi massal itu kini menjadi primadona masyarakat. Suasana di seluruh stasiun KA kini jauh lebih nyaman dan bersih dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Sementara itu didalam gerbong KA, meskipun pada jam-jam tertentu penumpang masih rela berjejal, namun tak lagi terganggu oleh lalu lalang penjaja makanan ringan atau pengamen jalanan.

Adanya perubahan total yang mengarah pada peningkatan pelayanan itulah membuat masyarakat lebih memilih KA sebagai alat transportasi andalan. Selain itu tentu saja biaya yang jauh lebih murah dibandingkan transportasi lainnya. Stasiun Rangkasbitung yang merupakan salah satu stasiun terbesar di Banten, selalu dipenuhi calon penumpang yang akan bepergian ke sejumlah tempat. Baik yang menuju arah Jakarta ataupun menuju Merak.
Lonjakan penumpang biasa terjadi pada hari-hari libur panjang seperti mudik lebaran atau libur natal dan tahun baru. Termasuk pada libur panjang yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2568.

Pantauan Kabar Banten di Stasiun KA Rangkasbitung, Jumat (16/2) sejak pagi hingga siang pengguna jasa KA masih terlihat ramai menunggu di lobi dekat pintu masuk Stasiun Rangkasbitung.
Kepadatan penumpang tidak hanya terjadi di dalam stasiun saja, tapi juga di luar stasiun pun tidak luput dari kepadatan penumpang yang mengantre pembelian tiket atau sekadar menunggu keberangkatan kereta. Meli (40) salah seorang pengguna jasa Kereta Computer Line (KRL) asal Jakarta mengatakan, dalam kesempatan hari libur panjang dirinya bersama keluarga hendak pulang ke rumah asalnya di Rangkasbitung.

”Kebetulan saya dapat libur panjang dari kantor, jadi saya sama keluarga pulang kampung ke Rangkasbitung sekalian liburan aja,” ujarnya saat turun dari rangkaian gerbong kereta. Ia mengaku, penumpang KRL di Stasiun Rangkasbitung pada saat ini lebih ramai dari hari-hari biasanya. Ia memaklumi karena banyak orang yang ingin memanfaatkan libur panjang yang bertepatan dengan hari raya imlek. ”Hari ini ramai sekali, beda dari hari biasanya. Memang sih sekarang lagi pada libur panjang, jadi banyak orang yang pulang atau liburan ke sini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun (KS) Rangkasbitung Endarno menuturkan, lonjakan penumpang sebenarnya sudah terjadi sejak Kamis (15/2) lalu. Menurutnya, lonjakan penumpang di Stasiun Rangkasbitung sampai saat ini sudah mencapai 30%. Mereka memanfaatkan libur panjang untuk bisa pulang ke daerahnya masing-masing. ”Ini kita dari pagi saja sudah ada 8.000 penumpang, mungkin nanti malam baru bisa sampai 35.000 penumpang,” kata Endarno. Endarno memprediksi, peningkatan penumpang di Stasiun Rangkasbitung akan terjadi pada Ahad (18/2) malam, sebesar 60 persen.

”Peningkatan arus penumpang ini kita prediksi sampai Ahad (18/2) malam, sekitar 60 persen. Kalau untuk Kamis-Jumat didominasi oleh kedatangan penumpang. Sementara hari Sabtu-Ahad baru keberangkatan, soalnya pada hari Seninnya sudah masuk kerja,” ujarnya. Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang yang signifikan, PT KAI Rangkasbitung telah menyiapkan satu kereta dengan 10 gerbong yang siap beroperasi pada setiap jamnya. ”Insya Allah ketersediaan pelayanan kereta sudah mencukupi untuk mengatasi lonjakan penumpang. Dalam satu KRL terdapat 10 gerbong yang siap beroperasi setiap jamnya,” tuturnya. (Nana Djumhana)***


Sekilas Info

Serentaun Kasepuhan Citorek, Menjaga Tradisi Mendongkrak Sektor Kepariwisataan

RITUAL adat tahunan komunitas masyarakat adat Kaolotan atau Kasepuhan di masyarakat adat Baduy di Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *