Libur Natal dan Tahun Baru, Waspadai Tempat Wisata Pantai Dadakan

Wisatawan diimbau mewaspadai tempat wisata pantai dadakan yang tidak dilengkapi fasilitas keselamatan. Tempat wisata seperti itu biasanya muncul pada hari libur panjang seperti libur natal dan tahun baru. Pada tahun sebelumnya, tempat wisata dadakan bermunculan saat libur natal dan pergantian tahun. Keberadaan wisata ini perlu diwaspadai karena tidak menjamin keselamatan wisatawan.

“Sebenarnya tempat yang seperti itu yang tidak memiliki izin, ya aji mumpung gitu lah. Kalau musim libur sudah lewat biasanya tutup lagi, diburunya untuk mencari keuntungan,” ujar Ketua Badan Penyelamatan Wisata Tirta (Balawista) Provinsi Banten, Ade Ervin, Rabu (12/12/2018).

Berdasarkan pantauan Balawista, wisata pantai dadakan selama musim libur bermunculan hampir di seluruh kawasan pantai di Provinsi Banten. “Kalau berkaca dari musim libur lebaran itu (pantai dadakan) jumlahnya 30 persen lah. Kalau ada 10 pantai ya yang tiga ilegal. Bukan hanya di Anyer tapi di Carita (Kabupaten Pandeglang) dan Sawarna (Kabupaten Lebak),” tuturnya.

Biasanya, tempat wisata dadakan dibuka hanya untuk mendatangkan keuntungan, tanpa memperhatikan keselamatan pengunjung. Sehingga memiliki risiko tinggi terjadi kecelakaan. “Yang jadi perhatian kita ya kawasan seperti itu karena kita juga memiliki kelemahan di situ. (Sarana keselamatan wisatawan) jelas tidak ada. Petugas keselamatan juga tidak ada, karena mereka dibuka hanya untuk mencari keuntungan saja,” katanya.

Atas kondisi ini, ia mengimbau agar wisatawan berhati-hati saat mengisi libur ke pantai. Mereka disarankan untuk memilih pantai yang benar-benar sudah dilengkapi alat keselamatan memadai. “Mungkin ada pikiran sama saja, padahal itu pantai yang dibuka secara mendadak dan setiap tahunnya kecelakaan pantai justru banyak terjadi di sana,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah daerah mengambil langkah tegas untuk menertibkan wisata pantai dadakan. Agar keselamatan para wisatawan terjamin. “Untuk siaga wisata Nataru (natal dan tahun baru) ini Balawista menyiagakan 120 personel di empat daerah yaitu, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Perhimpunan Restoran dan Hotel Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Ahmad Sari Alam mengatakan, pihaknya telah menggandeng Polda Banten turut serta dalam pengamanan libur natal dan pergantian tahun. “(Pengamanan yang disediakan) pengaturan lalu lintas serta koordinasi dengan satpam hotel. Sehingga para wisatawan akan nyaman dalam berlibur serta kesan kembali lagi untuk berwisata,” tuturnya.

Terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), ia memastikan aktivitas gunung di Provinsi Lampung ini tidak berpengaruh terhadap tingkat okupansi hotel di wilayah pantai. Menurutnya, wajar jika masyarakat merasa ketakutan. Akan tetapi pihak bersama sejumlah media sudah meninjau langsung bagaimana kondisi GAK. “Wajar tapi ini telah ditinjau oleh teman-teman wartawan serta TV (televisi) hari Minggu (Ahad, 9/12/2018),” ucap Ahmad Sari Alam. (Sutisna)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here