Libur Natal dan Tahun Baru, Truk Besar Dilarang Masuk Tol

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten akan membatasi operasional angkutan barang di ruas Tol Jakarta-Merak mulai Jumat, (21/12/2018). Pembatasan itu dilakukan untuk menciptakan kelancaran arus lalu lintas selama libur natal dan pergantian tahun.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 115 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas Operasional Mobil Barang Selama Natal dan Tahun Baru, ada beberapa jenis kendaraan yang dibatasi. Pertama, mobil barang dengan jumlah berat yang diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram. Kedua, mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan. Ketiga, mobil barang yang mengangkut bahan galian tanah, pasir dan batu. Kemudian bahan tambang batu barang hingga bahan bangunan meliputi besi atau logam, semen serta kayu.

Pembatasan ini diberlakukan pada 21 Desember pada pukul 00.00 WIB hingga 22 Desember pukul 24.00 WIB, untuk dua arah, baik dari Jakarta menuju Merak maupun sebaliknya. Pembatasan yang sama juga berlaku pada 28 Desember pukul 00.00 WIB hingga 29 Desember pukul 24.00 WIB. Namun, pembatasan tidak berlaku untuk mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau gas, barang ekspor dan impor, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, beras, terigu, jagung, gula pasir, sayur, buah, daging, ikan, minyak goreng, mentega, susu, telur dan garam.

“Ketentuan itu sudah disosialisasikan langsung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” kata Kepala Dishub Provinsi Banten, Tri Nurtopo membenarkan pemberlakukan pembatasan, Rabu (19/12/2018).

Mobil dengan jenis yang dilarang diarahkan untuk menggunakan jalur arteri. Pihaknya akan mengambil tindakan kepada mobil terlarang yang maksa masuk tol pada waktu pembatasan, yakni dengan mengarahkan ke rest area atau dengan penilangan. “(Angkutan barang dialihkan) lewat jalur lain, tapi Pelabuhan Merak juga dilarang (ada pembatasan operasional),” katanya.

Secara terpisah, Manajer Humas PT Astra Infra Road Tol Tangerang-Merak, Theresia Dyah Murtandiri mengatakan, siap menjalankan aturan pembatasan kendaraan barang. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas saat libur natal dan pergantian tahun, kata dia, pengelola juga telah melakukan pemetaan terhadap titik rawan kemacetan di tol dan upaya mengurainya.

“Untuk nataru kami lakukan optimalisasi 10 gerbang tol yang terdiri atas 89 gardu regular, 7 gardu reversible. 5 gardu tandem yang terdiri atas 23 gardu tol otomatis (GTO) yaitu 12 GTO entrance, 9 GTO exit dan 2 GTO ramp. Memberikan layanan 2 pos kesehatan di tempat istirahat dan pelayanan (TIP) KM 68 arah Merak dan Jakarta serta mengoptimalkan fasilitas dan layanan 4 TIP di Tol Tangerang-Merak, top up uang elektronik, parkir hingga toilet gratis,” tutur Theresia . (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here