Rabu, 16 Januari 2019
Ade Ervin, Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten.*

Libur Natal dan Tahun Baru, 120 Penyelamat Pantai Disebar Amankan Wisatawan

SERANG, (KB).- Sebanyak 120 penyelamat pantai dikerahkan untuk menjaga keselamatan wisatawan pada libur natal dan malam pergantian tahun. Personel tersebut difokuskan di kawasan wisata tirta Kota Cilegon, kawasan pantai di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten, Ade Ervin mengatakan, 120 personel ini akan dikerahkan di bawah 6 koordinator dan disebar ke-20 posko di kawasan wisata tirta Kota Cilegon, Pantai Anyer-Cinangka Kabupaten Serang, Pantai Carita-Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang dan kawasan Bagedur-Sawarna Kabupaten Lebak.

“Kami siagakan 120 anggota, 6 koordinator dan 10 relawan. Selain itu, kita juga siagakan dua mobil balawista, empat motor patroli pantai, lima papan penyelamat, dua ruberboat, empat alat selam, dan peralatan ringan lainnya di kawasan posko induk yang berada di carita,” katanya, Jumat (14/12/2018).

Balawista siap melayani keselamatan wisatawan karena fasilitas keselamatan yang dimiliki sudah bertambah, dibanding tahun sebelumnya. “Kami persilakan kepada para wisatawan yang hendak berwisata ke Banten. Kami yakinkan bahwa kawasan pariwisata Banten aman dikunjungi selama wisatawan mematuhi aturan keselamatan yang ditetapkan,” ujarnya.

Siaga wisata juga akan dilakukan bersama instansi terkait seperti TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) dan pengelola objek wisata. “Siap bahu membahu dalam memberikan pelayanan keselamatan,” ucapnya.

Ia berharap, wisatawan patuh dan taat pada rambu keselamatan yang disediakan di pantai. Menjaga jarak aman untuk berenang dan senantiasa mematuhi instruksi lifeguard atau penjaga laut.

“Sebab, ketika cuaca tak mendukung lifeguard akan mengeluarkan larangan untuk berenang demi keselamatan bersama. Potensi larangan ada karena nataru (natal dan tahun baru) terjadi di musim penghujan. Perlu diingat bahwa sebagian besar laka pantai terjadi karena human error wisatawan,” ujarnya.

Wisatawan, kata dia, perlu waspada saat berlibur di wisata pantai dadakan atau hanya muncul saat musim libur. Biasanya, tempat wisata ini dibuka hanya untuk mendatangkan keuntungan, tanpa memperhatikan keselamatan pengunjung.

“Yang jadi perhatian kita ya kawasan seperti itu karena kita juga memiliki kelemahan di situ. (Sarana keselamatan wisatawan) jelas tidak ada. Petugas keselamatan juga tidak ada, karena mereka dibuka hanya untuk mencari keuntungan saja,” tuturnya.

Ketua Harian Perhimpunan Restoran dan Hotel Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Ahmad Sari Alam mengatakan, pihaknya telah menggandeng Polda Banten turut serta dalam pengamanan libur natal dan pergantian tahun.

“(Pengaman yang disediakan) pengaturan lalu lintas serta koordinasi dengan satpam hotel. Sehingga para wisatawan akan nyaman dalam berlibur serta kesan kembali lagi untuk berwisata,” tutur Ahmad Sari Alam. (SN)*


Sekilas Info

Berwisata Edukasi di Museum Multatuli dan Perpustakaan Saija Adinda

Selain ragam potensi wisata alam yang dimiliki, Kabupaten Lebak memiliki sejumlah destinasi wisata buatan, baik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *