Libur Lebaran, Kenaikan Tiket Wisata Maksimal 10 Persen

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) mengimbau pengusaha wisata agar tidak menaikkan harga tiket wisata lebih dari 10 persen selama libur Idulfitri mendatang. Diprediksi pelancong akan membeludak pada H+2. Kepala Disparpora Kabupaten Serang, Tahyudin mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengan PHRI dan pemilik bisnis wisata terkait harga tiket saat libur Idulfitri.

“Kita tidak usah ajimumpung lah, jangan mentang-mentang lagi banyak orang terus seenaknya menaikkan. Kalaupun ada kenaikan yang wajar-wajar sajalah. Kemarin lewat PHRI sudah kita imbau semuanya termasuk yang punya usaha di dunia pariwisata,” ujarnya kepada Kabar Banten, Rabu (21/6/2017). Meski demikian, ia tak menentukan ambang batas terkait kenaikan harga tiket wisata tersebut. Menurutnya, jika terpaksa dinaikkan, jangan sampai terlampau jauh. Sebab, akan dapat memberatkan wisatawan. “Paling 5-10 persen, itu juga sudah cukup. Biasalah kalau lagi banyak orang, banyak oknum yang tidak bisa kita kontrol satu persatu,” ucapnya.

Untuk menyambut liburan panjang Idulfitri, pihaknya sudah menyiapkan posko. Dengan demikian, pihaknya akan dapat memantau secara langsung lokasi menuju destinasi wisata. “Pariwisata nanti bersama-sama menyiapkan posko, dan nanti kita juga ada siapkan piket dan pemantauan langsung di sana. Jadwalnya sudah dibuat, kita sudah buat perencanaan dan insya Allah berjalan lancar,” tuturnya.

Untuk sementara, pihaknya belum bisa memprediksi terkait jumlah wisatawan yang akan datang ke lokasi selama liburan tersebut. Meski demikian, bagaimanapun kondisinya semua tetap harus dipersiapkan. “Kira-kira untuk tahun ini enggak terlalu jauh dengan tahun kemarin, kalau aksesnya sekarang lumayan bagus, kemarin yang rusak itu sudah diperbaiki semuanya,” ucapnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Suherman, sudah melakukan koordinasi terkait persiapan menjelang libur Idulfitri tersebut. Untuk fokus persiapan lebih kepada pembahasan mengenai kekurangan penerangan jalan dan infrastruktur lainnya. “Kalau kita enggak ada persiapan khusus. Kemarin koordinasi alhamdulillah datang semua,” ujarnya.

Menurutnya, untuk libur Idulfitri tahun ini, kemungkinan pengunjung yang datang ke destinasi wisata akan meningkat. Sebab, tahun ini kondisi infrastruktur relatif sudah baik.  “Infrastruktur memang sudah alhamdulillah bagus dan kalau cuaca mendukung jadi pasti akan lebih meningkat. Kalau kita hitung persentasi pasti ada peningkatan dibanding yang kemarin, karena ada perbaikan infrastruktur,” katanya.

Ia memprediksi puncak kunjungan wisatawan akan terjadi pada H+2 lebaran. Berkaca dari sebelum-sebelumnya, pada H+1 pengunjung sudah mulai berdatangan dan H+2 pengunjung sudah dua arus yakni yang datang dan pulang. “H+2 yang pasti puncaknya. Karena ini kebetulan Idulfitri-nya hari minggu,” ucapnya. (H-48)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here