Libur Lebaran 2020, Destinasi Wisata di Kabupaten Lebak Tetap Tutup

Salah satu objek wisata di kabupaten lebak.*

LEBAK, (KB).- Pihak Dinas pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak belum mengambil kebijakan untuk membuka objek wisata pada libur Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriyah. Dipastikan, destinasi wisata di Kabupaten Lebak akan tetap ditutup hingga berakhirnya masa pandemi Covid-19.

Kepala bidang Destinasi Wisata Dispar Lebak Luli Agustina mengatakan, seluruh objek wisata di Lebak hingga saat ini masih ditutup dampak dari pandemi Covid-19. Karena, masa pandemi masih berlangsung, maka pada masa libur Idulfitri nanti objek wisata masih akan ditutup.

“Pertimbangannya tentu saja pandemi Covid-19. Sampai saat ini masih tutup, dan kami belum mengambil kebijakan untuk membuka objek wisata,” kata Luli, Senin (18/5/2020).

Pihaknya meminta kepada para pengelola objek wisata juga mematuhi kebijakan tersebut. Jikapun tetap ada wisatawan yang datang, Luli berharap protokol kesehatan diterapkan.

”Menerapkan social distancing, memakai masker dan menyediakan hand sanitizer untuk wisatawan,” ujarnya.

Menurut dia, tahun ini Kabupaten Lebak menargetkan kunjungan mencapai Rp 1,5 juta orang wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Namun, dampak pandemi dipastikan mempengaruhi kunjungan wisatawan.

”Tentu kekhawatiran berdampak pada jumlah kunjungan pasti ada ya. Karena ini wabah yang tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya,” ucap Luli.

Kepala Dispar Lebak Imam Rismayadin mengatakan, selama penerapan tanggap darurat penanganan Covid-19, kewajiban target retribusi PAD untuk objek wisata dihentikan sementara dengan batas waktu yang belum ditentukan.

“Pengelola wisata tinggal membuat surat permohonan secara tertulis, ditujukan kepada Dispar, Badan pendapatan daerah (Bapenda) dan DPRD. Dalam surat itu disertakan alasan penghapusan target PAD,” katanya.

Pihaknya akan mengakomodasi usulan tersebut. Namun, untuk disetujui atau tidaknya usulan itu bergantung dari keputusan bersama antara Dispar, Bapenda dan DPRD.

“Sementara ini, kami juga masih menunggu mekanisme di perubahan anggaran selama penanganan Covid-19,” tuturnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here