Libatkan Calo Pencaker, Korban Kasus Penipuan Bertambah

LEBAK, (KB).- Korban aksi penipuan yang diduga dilakukan calo terhadap Pencari kerja (Pencaker) di PT Parkland Word Indonesia (PWI) di Citeras, Kecamatan Rangkasbitung bertambah. Itu diketahui menyusul adanya pengakuan 12 korban yang telah tertipu oleh oknum calo di perusahaan sepatu tersebut.

Salah seorang korban, Nurjanah warga Kampung Babakan Sinyar, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung mengaku telah menjadi korban praktik calo yang dilakukan oknum pencaker di pabrik sepatu PT PWI. Ia merasa telah dibohongi dan ditipu oleh oknum berinisial MI yang mengaku sebagai anggota salah satu Ormas di Kabupaten Lebak.

“MI mengaku bisa memasukkan kerja bagi 12 orang warga Kampung Babakan Sinyar RT 02 / RW 01 Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung di PT PWI,” katanya, Jumat (4/10/2019).

Baca Juga : Calo Pencaker Dilaporkan ke Polisi

Namun, lanjut Nurjanah, MI meminta uang sebesar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per orang dari 12 orang warganya jika ingin diterima bekerja di PT PWI tersebut. Setelah uang yang diminta dari 12 orang warganya itu, MI tidak pernah memberikan jawaban kepastian dan malah terkesan menghindar jika dihubungi ke nomor telepon selulernya.

“Uang dari 12 orang warga itu jumlahnya Rp 2,5 juta, saya yang serahkan ke MI. Saksinya banyak, tapi sudah tiga bulan enggak ada kejelasan,” ujarnya.

Padahal, kata dia, untuk interview atau panggilan untuk bekerja saja tidak ada. Karena banyak yang minta uang kembali, terpaksa separuhnya saya sudah kembalikan dari uang saya pribadi. Tapi, dia (MI) kalau ditelepon banyak alasan.

“Saya selaku salah satu ketua RT di Desa Citeras berencana melaporkan MI terduga pelaku praktik calo dan dugaan penipuan itu ke Mapolsek Rangkasbitung Polres Lebak,” ucapnya.

Dukung langkah korban

Menanggapi masih maraknya dugaan praktik percaloan dan dugaan pungli terhadap para pencaker di PT PWI Rangkasbitung, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lebak, Maman Suparman mendukung keberanian para pencaker yang melaporkan para terduga pelaku ke pihak yang berwajib.

“Gitu dong harus berani, laporkan aja setuju banget. Sudah tiga kali kunjungan terkait adanya info itu, kita akan coba surati lagi,” tuturnya.

Terpisah, Kepala bagian Legal PT PWI Rangkasbitung Ba’dia Yadi mengatakan, untuk penerimaan karyawan di perusahaannya tentu ada tiga tahapan. Seperti seleksi umur minimal (18) dan seleksi pendidikan minimal ijazah terakhir (SMP), kemudian seleksi training selama tiga bulan.

“Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan HRD di PT PWI dalam hal rekrutmen karyawan, silakan laporkan kepada pihak yang berwajib,” kata Yadi. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here