Jumat, 16 November 2018

Libatkan 189 Negara, Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan AM IMF-WB

SERANG, (KB).- Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan International Monetary Fund (IMF) – World Bank Group (WBG) 201. Kegiatan berlangsung tanggal 12-14 Oktober 2018, bakal diikuti 189 negara.

Demikian dikatakan Ketua Umum PW Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Banten, H. Boyke Pribadi, kepada kabar-banten.com, Kamis (12/7/2018) sore. Saat dihubungi melalui telepon genggam, Boyke sedang mengikuti kegiatan diseminasi IMF-WBG Annual Meeting. Kegiatan itu diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di Bali.

Dikatakan Boyke, Indonesia merupakan negara ke-4 di Asia yang menjadi tuan rumah bagi pertemuan akbar tersebut.

“IMF-WBG Annual Meetings  adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan World Bank,” kata Boyke.

Dikatakan, Annual Meetings dilaksanakan setiap tahun sekali pada awal Oktober di headquater IMF-WB di Washington DC, AS selama dua tahun berturut-turut. Untuk tahun berikutnya, Annual Meetings dilaksanakan di negara anggota terpilih.

“Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini,” tambahnya.

Dikemukakan, isu yang dibahas dalam pertemuan itu meliputi masalah pengurangan kemiskinan, pembangunan ekonomi internasional, dan isu-isu global lainnya. 

Menurut Boyke, dalam pertemuan itu akan hadir perwakilan dari 189 negara atau sekitar 15 ribu orang. Mereka antara lain terdiri atas Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral, tokoh LSM, akademisi, para pelaku usaha dan investor.

“Menurut saya, pertemuan tersebut memberi peluang yang sangat besar bagi para pelaku usaha di Indonesia,” katanya.

Dikatakan Boyke, Direktur Unit Khusus Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 Peter Jacob dalam paparannya pada  IMF-WBG 2018 mengatakan, kegiatan tersebut memiliki arti penting dan strategis, sehingga diharapkan banyak pihak terkait di Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang ada.

“Memang gaung kegiatan ini tidak semegah Asean Games 2018. Namun memiliki arti penting yang sangat strategis bagi perkembangan dan pembangunan Negara serta rakyat Indonesia. Dengan demikian, menjadi kewajiban bersama untuk menginformasikan kegiatan ini seluas-luasnya,” ungkap Peter, seperti diungkap Boyke.

Selain Boye, dari Provinsi Banten juga hadir Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Indra Suhendra. Ia berharap, masyarakat luas bisa mengetahui dampak dari kegiatan pertemuan tersebut, serta mampu memanfaatkan peluang. Antara lain, menampilkan sektor UMKM unggulan yang telah menjadi binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Banten. (Besta/KO)*


Sekilas Info

Bank Banten Harus Berkontribusi bagi Daerah

PANDEGLANG, (KB).- PT Bank Pembangunan Daerah (Bank Banten) diharapkan bisa berkontribusi terhadap program percepatan pembangunan di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *