Lestarikan Olah Raga Tradisional, FORMI Siapkan Kerja Sama

SERANG, (KB).- Federasi Olah Raga Masyarakat Indonesia (FORMI) Banten siap melakukan kerja sama lintas sektoral, untuk melestarikan olah raga tradisional. Hal itu terungkap dalam rapat kerja FORMI Banten di salah satu hotel Kota Serang, baru-baru ini. Ketua FORMI Banten, Ahmad Subadri mengatakan, kerja sama yang dimaksud dengan tujuan melestarikan dan menumbuhkembangkan minat olah raga tradisional. ”Kalau nggak dilestarikan sama kita mau siapa lagi, kalau dibiarkan akan terkikis oleh zaman. Dan kami bukan saja kerja sama akan tetapi melakukan roadshow ke sekolah-sekolah,” katanya.

Menurut dia, kerja sama yang akan dilakukan adalah dengan dinas pendidikan serta budaya dan pariwisata, mengingat dua instansi tersebut sangat berperan besar dalam melestarikan dolanan anak-anak yang sangat populer. ”Tahun 80-an, olah raga tradisional semacam egrang, gobak sodor, bentengan sangat diminati oleh anak-anak. Saya juga ikut serta saat itu walaupun usia saya masih remaja. Namun saat ini saya prihatin melihat anak TK sudah dijejali oleh gawai, karena kebiasaan maka olah raga tradisional tersebut hilang,” ujarnya.

Subadri yakin, jika langkah-langkah tersebut dijalani dengan maksimal, olah raga tradisional budaya akan kembali berkembang dan hidup di kalangan masyarakat. ”Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan sesuai harapan kita bersama, dan olah raga tradisional bisa kembali tumbuh,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Media dan Promosi FORMI Banten, Jasmara Bahar menyampaikan, bangsa yang maju adalah bangsa yang menghormati tradisinya. ”Seperti Jepang dan Korea Selatan. Meski mereka sekarang sudah dicap sebagai negara industri, tapi tradisinya tetap di jaga. Kita pun seharusnya demikian,” kata Jasmara.

Jasmara pun meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk membantu mereka menghidupkan kembali olah raga tradisional budaya di kalangan masyarakat. ”Tanpa dukungan dari pemerintah kita tidak bisa berjalan dengan maksimal. Kan, pembinaan butuh dana,” ujar Jasmara.
Saat ini sendiri, diakui Jasmara, anggaran yang diterima dari hibah Provinsi Banten sebesar tiga miliar rupiah masih kurang,mengingat ada sejumlah program yang akan dilakukan baik itu prestasi maupun kegiatan lainnya. ”Semoga tahun depan bisa meningkat agar pembinaan kita bisa semakin optimal di seluruh kabupaten/kota yang ada di Banten,” katanya. (H-45)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here