Lepas dari Pengawasan OJK, BPRS Cilegon Mandiri Dinyatakan Sehat

CILEGON, (KB).– Sempat masuk dalam zona pailit sejak 2017, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri (CM) akhirnya dinyatakan sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejak 1 November lalu, OJK mencabut status Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI).

Ini setelah tingkat rasio Non Performing Financing (NPF) BPRS CM terus membaik. Khususnya pada Oktober lalu, NPF BPRS mencapai 6,8 persen.

”Seperti diketahui, 2017 lalu NPF kami mencapai 38 persen dengan nilai kredit bermasalah Rp 25 miliar. Namun, kami terus memperlihatkan trend positif hingga akhirnya Oktober kemarin NPF kami 6,8 persen,” kata Direktur Bisnis BPRS CM Idar Sudarma saat ditemui di ruang kerja, Jumat (15/11/2019).

Menurut Idar, pencabutan status BDPI oleh OJK berdasarkan Surat Keputusan Nomor SR/42/KR.01 2019 per 1 November 2019. Ia berterima kasih terhadap pihak-pihak terkait yang telah membantu BPRS CM kembali sehat.

”Saya sangat berterima kasih kepada para debitur yang lebih memprioritaskan pembayaran piutang kepada kami. Begitu juga kepada PT PCM (Pelabuhan Cilegon Mandiri) dan PDAM-CM (Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri), karena telah menambah dana simpanan perusahaan,” ujarnya.

Kini, tutur dia, tugas pihaknya tinggal melengkapi struktur organisasi dalam sistem manajemen BPRS CM. Dimana saat ini, bank simpan pinjam milik Pemkot Cilegon tersebut hanya memiliki 1 direktur.

”OJK menyarankan agar kami melengkapi struktur manajerial internal. Karena nilai investasi BPRS CM lebih dari Rp 50 miliar, maka membutuhkan tiga direktur dan tiga komisaris,” tuturnya.

Komisaris BPRS-CM Beatrie Noviana menuturkan, pihak BPRS CM telah mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi jabatan tiga direktur. Tiga nama tersebut akan dikonsultasikan ke OJK.

”Saya akan konsultasi ke OJK, terkait tiga nama ini. Jika OJK menyatakan tiga nama ini layak untuk diajukan, tinggal nanti OJK menguji mereka,” tuturnya.

Pada bagian lain, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi upaya BPRS CM sehingga kembali dalam posisi sehat. Ia pun mendukung pelengkapan struktur manajerial internal bank tersebut.

”Nanti kami akan usulkan calon dirut, hingga komisaris independen. Nama-namanya ada di Bu Atrie (Beatrie Noviana) tuh,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here