Minggu, 24 Juni 2018

Lelang Proyek Jadi Indikator Penilaian Kinerja

SERANG, (KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menjadikan lelang proyek sebagai salah satu indikator penilaian kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Serang. Hal tersebut dilakukan, agar tidak ada keterlambatan dalam pelelangan, sehingga pekerjaan selesai dengan baik dan tepat waktu. “OPD harus secepatnya (lelang), langsung dicek terus sama ajudan ditanyakan ke kepala dinasnya. Ini (lelang) menjadi salah satu penilaian kinerja. Kalau telat berarti gak bisa kerja,” katanya, Jumat (16/2/2018).

Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta schedule lelang dari masing-masing OPD. “Lagi diminta schedule mereka, DPU (Dinas Pekerjaan Umum), Perkim schedule-nya sudah masuk, karena terbanyak untuk fisik kan mereka, yang fisik didahulukan. OPD yang lainnya sedang ditunggu,” ujarnya. Meski demikian, dia mengapresiasi atas kemajuan proses lelang di 2018, karena Januari sudah ada pekerjaan yang dilelangkan. “Lumayan ada kemajuan, kami Januari sudah bisa lelang,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Setda Pemkab Serang, Okeu Oktaviana mengatakan, dari jumlah 275 paket pekerjaan yang akan dilelangkan pada APBD Murni Kabupaten Serang tahun anggaran 2018, per 7 Februari 2018, sudah ada 74 paket yang masuk ke ULP, namun 13 paket, di antaranya masih dalam evaluasi kelompok kerja (pokja) ULP. Jadi, total yang sudah masuk lelang sampai pekan pertama Februari sebanyak 61 paket dengan nilai Rp 195,3 miliar. Sementara, dari 74 paket yang masuk ke ULP tersebut, yaitu dari DPU 71 paket dan RSUD Drajat Prawiranegara 3 paket.

“Target 44 persen paket pekerjaan dilelangkan oleh ULP Kabupaten Serang pada Februari. Kemudian, dari total 275 paket pekerjaan tahun ini, ditargetkan semua sudah tayang lelang pada Juni 2018,” tuturnya. Menurut dia, lelang terbanyak ada di DPU sebanyak 185 paket dengan nilai Rp 365,5 miliar, kemudian Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) sebanyak 74 paket senilai Rp 51,9 miliar dan RSUD Drajat Prawiranegara sebanyak 3 paket pekerjaan dengan nilai Rp 6,8 miliar.

Sementara, Kepala DPKPTB Kabupaten Serang, Adjat Gunawan mengatakan, target pekan ini paket lelang sudah mulai masuk ke ULP. “Kalaupun masuk di Februari masih leluasa waktunya, karena itu (pekerjaan) rata-rata kurang dari 4 bulan masa kontraknya, jadi kalau di Februari-Maret kami laksanakan lelang target kami sebelum perubahan konstruksi sudah selesai,” katanya.

Ia menuturkan, dari DPKPTB belum masuk lelang di Januari, itu karena pihaknya melaksanakan review atau pengkajian terhadap dokumen pelelangan dengan lebih teliti lagi. “Kenapa, karena kami tidak mengharapkan ada lagi gagal lelang yang dikarenakan kekurangan sempurnaan dari dokumen, jadi kami meneliti dokumen lebih baik lagi di awal, ya mungkin agak-agak telat, tapi dokumen yang disampaikan ke ULP itu sudah sempurna,” ujarnya.

Ia mencontohkan, seperti SD Citasuk dari Padarincang tersbeut masuk kurang lebih 2,5 kilometer, nah ini perlakuan untuk penentuan harga perkiraan sendiri (HPS)-nya tersebut akan berbeda dengan lokasi lain, karena nanti mungkin untuk beberapa material lebih mahal, sebab angkutan besar, seperti truk tidak masuk ke lokasi, ini akan mementukan HPS-nya. “Ini yang kami harus teliti, kalau kami kurang teliti ketika HPS-nya ini kerendahan, itu sangat berpotensi gagal lelang, karena kalau kami tawarkan lelang terlalu murah siapa yang mau berani nawar, jadi kami mengedepankan kecermantan ketelitian. Mudah-mudahan ketika dilelangkan tidak ada masalah,” ucapnya. (YY)***


Sekilas Info

Dana Parpol Segera Cair

SERANG, (KB).- Bantuan dana partai politik (parpol) sudah bisa dicairkan pada Juli 2018. Parpol peraih kursi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *