Lelang Proyek Ditarget Rampung Maret

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Banten agar segera melakukan lelang paket pekerjaan. Dengan begitu, lelang lebih dari 570 paket pekerjaan di Pemprov Banten tersebut dapat rampung pada Maret 2020.

“Udah siap, Maret paling lambat,” kata Wahidin saat ditemui wartawan usai rapat pimpinan (rapim) di Kantor Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (3/2/2020).

Target lelang pada Maret 2020 wajib dicapai oleh seluruh OPD Pemprov Banten, terutama untuk paket pekerjaan yang bersifat fisik.

“Sudah (siap melaksanakan lelang), enggak boleh enggak (target lelang tercapai),” ujar mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini.

Untuk diketahui, belanja daerah Pemprov Banten pada APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp 13,214 triliun. Alokasi itu terbagi atas belanja tidak langsung Rp 8,243 triliun dan belanja langsung Rp 4,97 triliun.

Dalam beberapa kesempatan, ia menjelaskan pelaksanaan lelang lebih awal dilakukan karena dirinya ingin seluruh pekerjaan fisik rampung Oktober. Dengan lelang lebih awal maka pelaksanaan program dapat dilaksanakan lebih cepat.

“Target (pekerjaan) fisik tahun 2020, Oktober sudah harus selesai. Breakdown di masing-masing dinas,” ucapnya.

Pelaksanaan lelang lebih awal sudah sudah disampaikan sejak awal. Dia tak ingin pekerjaan terhambat lelang yang lambat.

“Nanti Oktober atau November anggaran Tahun 2021 sudah ditetapkan,” tuturnya.

Salah satu pekerjaan fisik yang menjadi prioritas yaitu fisik yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Lebak. Hal itu dilakukan untuk menunjang proses pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat yang wilayahnya terdampak bencana.

“Yang paket besar agar didahulukan, kalau akhir-akhir nanti selesainya juga di akhir-akhir,” katanya.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Setda Banten Mahdani menjelaskan, tahun anggaran 2019 telah terealisasi sebesar 94,5 persen atau lebih tinggi dari realisasi di tahun anggaran 2018.

Pada tahun anggaran 2020 terdapat 558 paket pekerjaan yang akan dilelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). Lelang fisik memakan waktu lebih lama daripada yang ditargetkan karena sejumlah OPD melakukan penyesuaian.

Menurut hitungannya, proses lelang untuk pekerjaan fisik akan memakan waktu hingga 45 hari, atau lebih cepat dari lelang jasa konsultan dan pengawas yang berjalan selama 60 hari.

“Pekerjaan fisik OPD lainnya beberapa sudah masuk juga,” ujarnya.

Berbeda dengan fisik, untuk pekerjaan rutin beberapa sudah dilelangkan sejak Januari 2020.

“Sudah sebagian telah tayang lelangnya sejak Januari untuk beberapa pekerjaan seperti pengadaan makan minum, jasa kebersihan dan pengawasan,” ucapnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here