Rabu, 21 November 2018

Lelang Masih Belum Rampung, 3 Proyek “Multiyears” Dievaluasi TP4D

SERANG, (KB).- Proses lelang sejumlah proyek multiyears 2017-2018 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang hingga November 2017, belum juga rampung. Dari empat proyek yang membebani lebih dari satu tahun anggaran tersebut, tiga di antaranya dalam evaluasi Tim Pengawal Pengaman
Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Kepala Bagian ULP Setda Pemkab Serang, Okeu Oktaviana mengatakan, di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang ada lima paket pekerjaan lagi yang sedang dievaluasi atau belum ditentukan pemenang lelangnya. Tiga paket di antaranya, pekerjaan multiyears, sementara dua paket lainnya merupakan pekerjaan pra DPA yang merupakan pekerjaan jalan kabupaten.

“Tapi yang pra DPA insya Allah hari ini (kemarin) juga sudah ditentukan pemenangnya, karena hari ini terakhir pembuktian untuk yang pra DPA dan pekerjaannya cuma 35 hari. Memang kemarin sempat gagal lelang, tapi banyak penawar yang masuk,” katanya, Rabu (15/11/2017). Untuk pekerjaan multiyears, Okeu melanjutkan, semuanya ada empat paket. Namun yang satu paket senilai Rp 55 miliar, sudah ditentukan pemenangnya, karena penawar tunggal. Paket tersebut yaitu pengerjaan jalan penghubung.

“Cuma saya lupa nama paketnya (Paket seninai Rp 55 miliar) yang ini sudah selesai. Sementara, tiga paket multiyears lainnya nilainya masing-masing Rp 34 miliar, Rp 32,1 miliar ada Rp 27 miliar, tiga paket ini belum ditentukan (pemenang lelangnya) dan masih tahap evaluasi,” ucapnya.  Dia mengatakan, pihaknya juga melakukan pendampingan denganTP4D untuk memastikan yang sudah dilakukan pokja sudah sesuai atau belum. Dia berharap, pekerjaan multiyears tersebut tidak ada gagal lelang dan dapat berjalan lancar, karena pihaknya sudah cukup waktu.

“Apalagi multiyears ini kan 13 bulan. Kalau Sampai sekarang gagal lelang, berarti kan nyeberang lagi ke tahun berikutnya 2019. Kalau sampai kontraknya Desember, berarti kan harus sampai Januari 2019. Kecuali, memang volumenya atau waktunya dikurangi. Kemungkinan dari volume atau waktu yang dikurangi, cuma biasanya kalau pengurangan waktu dari PPK biasanya pengurangan volume juga. Kalau tidak seperti itu harus nyebrang (ke 2019), sementara MoU nya dengan dewan itu kan untuk 2017-2018,” ujarnya.

Dari DPU, kata dia, ada tiga paket yang gagal lelang. Namun ketiganya paket jasa konsultan, tetapi kemudian sudah dilaksanakan. “Itu paket konsultan dimana pekerjaan fisiknya sudah ditentukan pemenangnya. Nah itu (paket konsultan), sudah dua kali kami lakukan lelang, tapi tetap gagal juga. Akhirnya, oleh PU dilakukan pengadaan langsung, diubah HPS. Artinya, kalau pun gagal lelang, tetap terlaksana kegiatannya,” katanya.

Pengadaan langsung

Okeu mengatakan, pagu anggaran tiga paket yang gagal lelang totalnya Rp 264 juta, karena konsultan masing-masing nilainya ada yang Rp 101 juta dengan Rp 61 juta. “Itu akhirnya diubah menjadi pengadaan menjadi PL oleh PU, karena konstruksinya sudah ditentukan pemenangnya, mau tidak mau pengawasannya juga kan harus jalan,” tuturnya.

Selain itu, kata Okeu, di Dinas Perkim ada 12 paket dengan anggaran Rp 7,3 miliar. Satu paket pembangunan menara air di Bojonegara, dilakukan penunjukan langsung karena sudah dua kali gagal lelang dan diatur Perpres nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang/ jasa pemerintah. “Anggaran pembangunan menara air Rp 634 juta.

Sementara 11 paket lainnya yang di Perkim tidak bisa dilaksanakan. 11 paket itu, 10 paket pembangunan fisik gedung SD dan SMP, termasuk pembangunan rehab gedung kantor Binuang. Sementara satunya, DED penataan makam Gunung Santri. Ini sudah dilakukan lelang malah sampai tiga kali lelangnya, ada yang nawar, cuma yang nawarnya itu-itu lagi, kami juga tidak mengerti, tiga kali gagal terus,” ujarnya.

Sementara untuk 10 paket yang pembangunan sekolah dan gedung Kantor Binuang baru dilakukan satu kali lelang, karena memang waktu pengajuannya mendekati waktu pelaksanaan karena DED- nya berbarengan dengan konstruksi. “Itu kan harus dari dasar DED nya, sehingga begitu masuk ke kami, ini cuma cukup waktu satu kali kami lelangkan, dan ternyata gagal, itu tidak bisa dilelang ulang karena waktunya tidak cukup,” ujarnya. (YY)***


Sekilas Info

DPAD Kabupaten Serang Canangkan Desa Percontohan Gemar Membaca

SERANG, (KB).- Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Serang menunjuk Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pabuaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *