Lelang Lima Proyek Puskesmas di Pandeglang Dipantau

PANDEGLANG, (KB).- Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Paradigma Baru (PB) Kabupaten Pandeglang memantau perpanjangan evaluasi proyek lima puskesmas di Unit Layanan Pengadaan (ULP) setempat, Jumat (29/05/2020).

Ketua Kadin PB Pandeglang, Deden Hertandi mengatakan, pihaknya tidak menginginkan kesepakatan dari musyawarah yang dilakukan Kadin PB dan ULP, yang difasilitasi kepolisian itu tidak sesuai komitmen, sehingga dia terus mengawal komitmen tersebut.

“Hari ini jika melihat hari kerja itu terakhir, makanya kita ingin melihat proses evaluasi, tapi saya di Kantor ULP sepi. Karena Sabtu dan Minggu libur, dan Senin itu tanggal merah,” kata Deden saat ditemui di Kantor ULP Pandeglang.

Ia mengatakan, jika ULP melakukan pembuktian diluar atau melalui video call, ia menilai ULP tidak mengindahkan hasil musyawarah yang difasilitasi Sat Reskrim Polres Pandeglang.

“Jika orang tidak memegang komitmen, kita lihat saja nanti,” katanya.

Deden menyebutkan, terdapat sekitar 600 perusahaan jasa konstruksi
di Kabupaten Pandeglang, namun setiap tahunnya yang menang lelang hanya perusahaan tertentu saja yang jadi pemenang.

“Setiap tahun perusahaan itu-itu aja yang menang, padahal ada 600 lebih perusahaan yang ada di Pandeglang,” ujarnya.

Di tempat sama, Wakil Ketua Bidang Jasa Konstruksi Umum dan Industri Kadin PB Pandeglang, M Ilma Fatwa mengatakan, pernyataan Asda II Setda Pandeglang yang menyebut evaluasi belum terindikasi adanya monopoli proyek itu, karena tidak memahami masalah lelang secara utuh.

Menurutnya, Asda II tidak melihat permasalahan lelang di ULP secara utuh. Sebab, jika Pokja ULP sudah melakukan tugas sesuai dengan prosedur, maka tidak bisa dilonggarkan hanya karena adanya tekanan dari luar.

“Jika pokja sudah sesuai aturan kenapa mau dievaluasi, kalau dievaluasi berarti ada kesalahan,” katanya.

Sementara itu, Asda Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Pandeglang, Indah Dinarsiani mengatakan, dirinya memastikan proses lelang mengikuti surat edaran dan ketentuan yang berlaku, adapun masalah tudingan monopoli dirinya menyarankan untuk memperbaiki dokumen

“Kan ada masa sanggah, manfaatkan aja masa itu. adapun masalah pembuktian itu dasarnya adalah SE LKPP karena saat ini lagi pandemi, ada panduannya. Adapun persoalan monopoli, ya kalau pengen menang perbaiki dokumen penawarannya,” ujarnya. (Ade Taufik/KB)*  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here