Lelang Jabatan Sekda Kabupaten Tangerang, Tujuh Pejabat Bersaing Ketat

TANGERANG, (KB).- Proses lelang terbuka seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang sudah memasuki tahap kedua atau mendekati tahap akhir. Tujuh pejabat eselon II yang menjadi kandidat bersaing ketat untuk dapat menduduki kursi sekda yang akan ditinggalkan Iskandar Mirsad. Diketahui, Sekda Kabupaten Tangerang, Iskandar Mirsyad memasuki masa pensiun awal Oktober 2017.

Para kandidat, terdiri atas pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kini sedang menjalani uji kompetensi assesment center Universitas Padjajaran Bandung. Selanjutnya, para kandidat akan menjalani tes kesehatan dan rekam jejak. “Dari hasil tes rekam jejak tujuh calon akan dipilih menjadi lima calon,” kata Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekda Kabupaten Tangerang, Surya Wijaya, Selasa (4/7/2017).

Ketujuh calon sekda yang telah ditetapkan pansel, yaitu Ahmad Topik Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Herry Heryanto Asisten Daerah I, Soma Atmaja Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi, Rudi Maeasal Kepala Dinas Pendapatan, Arsyad Husein Kepala Dinas Sosial , Firzada Sekretaris DPRD, serta Slamet Budi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Ia menuturkan, uji kompetensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian lelang terbuka jabatan Sekda Kabupaten Tangerang. “Ketujuh calon sekda Ini sudah bertolak sejak Senin (3/7/2017) kemarin ke Bandung.  Ia mengklaim, bahwa proses lelang terbuka jabatan Sekda Kabupaten Tangerang tersebut berjalan selama 1,5 bulan. ” Saat ini sudah tahap kedua dan akhir bulan ini sudah bisa diumumkan hasil akhirnya,” ujarnya.

Tahap selanjutnya, lima calon akan menjalani tes wawancara. Dari hasil tes wawancara tersebut, menurut dia, pansel kembali menggelar rapat pleno untuk mengumumkan tiga calon sekda yang lolos seleksi tahap akhir. “Tiga nama calon ini yang nantinya akan diserahkan ke bupati,” ucapnya. Ia memperkirakan pada akhir bulan ini, nama Sekda Kabupaten Tangerang yang baru sudah diumumkan.

Sementara, ketika ditanya berapa besar dana yang dihabiskan untuk biaya lelang terbuka jabatan sekda tersebut. Ia mengatakan, proses seleksi sekda yang digelar selama 1,5 bulan tersebut menghabiskan anggaran Rp 200 juta. Menurut dia, anggaran tersedot paling banyak untuk honor lima anggota pansel, honor penguji dari assesment center Universitas Padjajaran Bandung, biaya transportasi kandidat ke Bandung, dan biaya iklan publikasi ke media. Anggaran, tutur dia, diambil dari dana APBD Kabupaten Tangerang 2017.

Harus dipublikasikan

Sementara itu, Kepala Sekretariat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Harry Mulya Zein menyatakan, Pansel Calon Sekda Kabupaten Tangerang harus mempublikasikan hasil penilaian setiap kandidat ke publik. “Skor tertinggi hingga terendah harus dipublikasikan secara terbuka,” katanya. Menurut dia, masyarakat luas harus mengetahui kualitas dan integritas dari calon Sekda Kabupaten Tangerang. Dengan dipublikasikan terbuka, ujar dia, ini akan mencegah berbagai kepentingan politik dalam pemilihan sekda. “Tes administrasi, presentasi, assesment berapa persen, tes wawancara. Tahapan itu harus terbuka hasilnya,” tuturnya.

Nantinya, kata dia, bupati selaku orang yang memiliki hak menentukan pilihan siapa pejabat eselon II yang akan dijadikan sekda, harus memilih calon sekda yang memiliki skor tertinggi. “Saat ini kepangkatan tidak diutamakan, tapi pengalaman yang lebih diutamakan. Pangkat tinggi bukan menjadi jaminan,” ujar mantan Sekda Kota Tangerang tersebut. (H-36)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here