Lelang Jabatan Direksi PT BGD Mendesak

Gembong R Sumedi, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Komisi III DPRD Banten menilai, lelang jabatan untuk mengisi direksi dan komisaris PT Banten Global Development (BGD) sebagai hal yang mendesak. Sebab, direksi dan komisaris BUMD itu masih dijabat pelaksana tugas (Plt) sehingga perlu ada pengisian untuk tujuan pembenahan organisasi.

Diketahui, Pemprov Banten sempat membuka lelang jabatan direksi dan komisaris PT BGD. Lelang itu dilaksanakan bersamaan dengan lelang direksi dan komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri. Akan tetapi, lelang direksi dan komisaris PT BGD ditunda akibat jumlah pendaftar di bawah jumlah minimal.

Ketua Komisi III DPRD Banten Gembong R Sumedi menuturkan, dirinya sempat mempertanyakan penundaan lelang jabatan direksi dan komisaris PT BGD kepada Sekda Banten.

“Kemarin saya ketemu dengan Pak Sekda, saya juga sempat mempertanyakan masalah lelang ini,” tuturnya saat dihubungi wartawan, Senin (24/2/2020).

Alasan penundaan yang diterimanya yaitu karena jumlah peminat minim. Belakangan ini juga, kata dia, banyak orang yang bertanya kepada dirinya tentang kelanjutan lelang tersebut.

“Saya bilang insya Allah nanti dibuka. Cuma untuk sementara ini kayaknya ditunda dulu,” katanya.

Terkait hal tersebut, ia menduga minimnya jumlah pendaftar disebabkan oleh dua faktor. Pertama sosialisasi yang kurang. Kedua, terkait banyaknya masalah yang ada di internal PT BGD sehingga membuat masyarakat ragu untuk mendaftar.

“Mungkin ada kekhawatiran juga sepertinya dari calon,” ujarnya.

Solusinya, lanjut dia, pemprov harus melakukan sosialisasi yang masif tentang kondisi PT BGD yang masih mungkin dibenahi jika dipimpin orang berkualitas.

“Saya pikir banyak orang yang bergabung. Karena di luaran ini banyak profesional yang bisa menggerakkan BUMD itu, saya pikir banyak orang,” ujarnya.

Meski belum dilanjutkan, ia memastikan, plt direksi dan komisaris BGD tak mengganggu pembenahan Bank Banten yang dianggap lebih mendesak.

“Sekarang kan masalahnya ini Bank Banten yang perlu mendapatkan perhatian. Sementara yang bertanggung jawab langsung terhadap penyelesaian Bank Banten kan BGD karena selaku pemilik,” ucapnya.

Informasi yang diterimanya, dalam klausul pengangkatan plt direksi dan komisaris diberikan wewenang untuk membenahi PT BGD.

“Jadi memang kayaknya (plt) ditugaskan untuk menyelesaikan Bank Banten dulu, baru setelah itu pemprov mengadakan lelang. Jadi sekarang ini memang distop dulu karena fokus akan membenahi Bank Banten,” ucapnya.

Ia menuturkan, pembenahan terhadap Bank Banten dianggap mendesak. Sebab, Bank Banten diberikan waktu sampai Juni 2020 untuk melakukan langkah strategis oleh OJK.

“Kalau enggak, bahaya ini Bank Banten. Jadi prioritasnya itu sekarang benahi Bank Banten dan yang punya tanggung jawab langsung BGD. Nanti setelah Bank Banten-nya ini (selesai) silakan segera diganti (direksi dan komisaris BGD),” katanya.

Kredibilitas

Politisi PKS ini berharap, direksi dan komisaris BGD diisi oleh orang yang memiliki kualitas, kredibilitas, dan integritas.

“Jangan sampai ada lagi kejadian seperti kemarin-kemarin. Itu istilahnya kita ngasih penyertaan modal ke BGD tapi enggak jelas, uangnya banyak tapi hasilnya enggak memuaskan,” tuturnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat. Jika memungkinkan dia mendorong lelang dilakukan dalam waktu dekat.

“Sehingga nanti punya leluasa membenahi PT BGD,” ucapnya.

Terpisah, Plt Kabiro Bina Perekonomian Setda Banten Mahdani menuturkan, lelang jabatan direksi dan komisaris PT BGD ditunda sampai lelang PT Agrobisnis Banten Mandiri selesai.

“Masih tunggu selesai itu sampai pelantikan. (Lelang PT Agrobisnis Banten Mandiri) itu lagi rekam jejak sekarang di PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), belum turun sudah dua minggu,” tuturnya.

Ia memastikan, meski dijabat plt PT BGD masih bisa berjalan sebagai mestinya. Posisi plt tak mengganggu pelaksanaan organisasi di PT BGD.

“Masih berjalan seperti biasanya. Masih plt nanti bisa setelah ini selesai nanti kita buka. Ini direksi masih yang utuh,” ucapnya.

Menurut dia, penyebab lelang jabatan direksi dan komisaris PT BGD yang sepi peminat karena lelang dilaksanakan bersamaan dengan lelang direksi dan komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri.

“Mungkin karena bersamaan pilihannya ada dua, nanti setelah satu nantikan baru dibuka lagi. Kalau banyak yang melamar kan kita dapatkan terbaik lebih mungkin,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here