Kamis, 21 Juni 2018
Pihak pengadilan Negeri (PN) Serang saat melakukan pengukuran tanah sengketa seluas 38 ribu meter persegi di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (8/3/2018).*

Lelang Disoal, BNI dan KPKNL Serang Digugat 

SERANG, (KB).- Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Serang dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Serang digugat oleh Charlie melalui kuasa hukumnya Tota Samosir ke Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten. Gugatan dilayangkan karena lelang lahan milik Charlie yang diagunkan ke Bank BNI Cabang Serang diduga tidak sesuai dengan prosedur.

“Kami sudah melayangkan gugatan ke Komisi Informasi Banten terkait lelang lahan di Kampung Tiwul, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang seluas 38 ribu meter. Lahan tersebut merupakan milik klien saya sebelum diagunkan ke Bank,” ujar Tota, Kamis (8/3/2018).

Tota mengatakan sebelumnya telah melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Serang hingga Mahkamah Agung (MA) terkait lelang yang dilakukan oleh KPKNL Serang dan BNI Cabang Serang. Sebab lelang tersebut dinilai tidak sesuai dengan NJOP tahun 2012 dimana disebutkan harga tanah per meter mencapai Rp 128 ribu dan Rp 225 ribu untuk bangunan. Akan tetapi setelah lelang yang dilakukan BNI, nilai NJOP harga tanah Rp 69 ribu per meter. “Kami kalah di persidangan karena waktu itu kami tidak memiliki bukti yang cukup,” katanya.

Tota menuturkan, kliennya menjaminkan lahan tersebut karena kebutuhan usaha. Bank BNI Cabang Serang ketika itu memberikan pinjaman Rp 2,7 miliar. Setelah dilelang lahan tersebut hanya dihargai Rp 2,68 miliar dan menyisakan hutang Rp  3,3 miliar.  “Padahal sekarang harganya mencapai Rp 1 juta permeter, artinya harga jual tanah tersebut sudah mencapai Rp 38 miliar. Hal tersebut berdasarkan harga jual tanah yang tidak jauh dari lokasi,” tuturnya.

Tota berharap perkara tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun apabila pihak-pihak yang digugat tidak mau menyelesaikannya secara kekeluargaan maka keluarga Charlie akan terus menempuh langkah hukum. “Kalau kami menang (sidang KI) tentu kami akan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan MA,” katanya.

Komisioner KI Banten Ade Jahran ketika dikonfirmasi membenarkan gugatan tersebut. Ia mengatakan gugatan untuk KPKNL Cabang Serang sudah diputus. Isi putusannya gugatan dari pihak Tota Samosir ditolak. “Saya tidak terlalu hafal detailnya (isi putusannya). Ada di kantor kalau mau lengkap. Kalau tidak salah untuk putusan KPKNL telah ditolak tapi dissenting opinion satu hakim memiliki pendapat yang berbeda. Sekarang tinggal pihak penggugat mau mengambil langkah banding atau tidak dalam perkara tersebut,” katanya. Sedangkan untuk gugatan Bank BNI Cabang Serang belum masuk perkara karena waktu yang kurang. “Belum masuk perkara, belum masuk ke ajudikasi (persidangan) tapi kalau yang KPKNL sudah,” tuturnya. (FI)***


Sekilas Info

Indeks Kebahagiaan di Indonesia, Provinsi Banten Nyaris Paling Buncit

SERANG, (KB).- Badan Pusat Statistik merilis laporan bulanan data sosial ekonomi edisi 92, Januari 2018. Laporan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *