Lebak Membutuhkan Alat Deteksi Gempa

LEBAK, (KB).- Kabupaten Lebak membutuhkan alat deteksi gempa bumi yang ditempatkan di wilayah Kecamatan Wanasalam, karena wilayah setempat termasuk daerah rawan gempa bumi.
Kepala Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi menyatakan, gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu, menjadi bukti bahwa wilayah Lebak khususnya di wilayah Lebak bagian Selatan menjadi daerah rawan gempa bumi.

”Kami berharap alat deteksi kegempaan itu dapat direalisasikan dan dipasang di wilayah Lebak khususnya di wilayah Lebak bagian Selatan. Apabila terpasang alat deteksi gempa di wilayah setempat diharapkan deteksi kegempaan dapat diketahui lebih cepat,” kata Kaprawi kepada Kabar Banten, Rabu (14/3/2018).

Dijelaskan, terdapat enam kecamatan di Lebak yang dipetakan merupakan daerah rawan gempa bumi dan berpotensi gelombang tsunami karena berada di wilayah pertemuan (tumbukan) lempengan Samudera Hindia Australia-Benua Asia. Keenam kecamatan itu antara lain Malingping, Wanasalam, Cihara, Panggarangan, Bayah, serta Kecamatan Cilograng.

”Keenam kecamatan yang dipetakan sebagai daerah rawan gempa bumi karena terletak di pesisir Samudera Hindia, seperti Pantai Binuangeun, Bagedur, Suka Hujan, Panggarangan, Bayah, Pulau Manuk, Sawarna hingga Pelabuhanratu, Sukabumi,” ujar Kaprawi. (ND)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here