Lebak Diterjang Banjir Tiga Tahun Berturut-turut

Selama tiga tahun berturut-turut, sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak diterjang banjir bandang dan longsor. Namun, dampak bencana alam yang terjadi di awal tahun 2020, jauh lebih besar dari dua tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Banten, banjir dan longsor juga melanda wilayah Lebak pada tahun 2018 dan 2019. Pada 2018, banjir melanda sebelas kecamatan yakni Gunung Kencana, Cijaku, Cigemblong, Sobang, Cilograng, Kecamatan Banjarsari, Bojongmanik, Panggarangan, Cirinten, serta Kecamatan Bayah.

Dalam bencana yang terjadi sekitar minggu terakhir di bulan Maret tersebut, sedikitnya 550 unit rumah milik warga terendam. Banjir diduga akibat meluapnya Sungai Cisawarna, hingga membanjiri permukiman penduduk.

Tahun berikutnya di 2019, banjir bandang menerjang lima desa di Kecamatan Sajira dan Muncang Kabupaten Lebak, sekitar Mei. Selain merendam lebih dari 100 rumah, kobong pondok pesantren serta sejumlah fasilitas lainnya di lima desa, banjir tersebut memutuskan satu jembatan dan menimbulkan longsor.

Di akhir Desember 2019, Kabupaten Lebak kembali diterjang banjir dan longsor. Saat itu, banjir dan longsor melanda lima desa di Kecamatan Cibeber yakni Desa Citorek Kidul, Citorek Tengah, Hegarmanah, Sukamulya dan Sinargalih. Dalam kejadian itu, ratusan rumah terendam, tiga rumah di Kampung Lebak Limus Desa Hegarmanah tertimpa longsor dan satu rumah di Kampung Kubang Desa, Desa Sinargalih, tergerus longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat, kerugian akibat bencana banjir dan longsor yang menerjang Kecamatan Bayah dan Cibeber sekitar Rp 16,8 miliar. Sebab, bencana tak hanya merendam rumah, tetapi menyebabkan rusaknya sejumlah infrastruktur.

Kini di awal 2020, bencana banjir dan longsor kembali melanda Kabupaten Lebak dan jauh lebih besar dari dua tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, banjir bandang telah melanda 27 desa di enam kecamatan memakan tiga korban jiwa, dan 5 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Berdasarkan hasil rapat dipimpin langsung Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Setda Lebak, Kamis (2/1/2020). Data kerusakan meliputi 306 rumah rusak berat, 274 rumah rusak ringan, dan 2.167 rumah tenggelam.

Selain itu, jalan ambles sepanjang 40 meter di Kampung Bujal Kecamatan Cipanas, dua unit jembatan permanen di Kecamatan Sajira dan Lebakgedong, 18 unit jembatan gantung (tersebar), SDN 2 Banjarsari, SDN Banjaririgasi, dan SMPN 4 Lebakgedong.

Bupati mengatakan, TNI dan Polri telah mengerahkan pasukannya sebanyak 210 personel, dan 322 personel Polri, untuk membantu mengevakuasi korban bencana yang saat ini ada 433 KK pengungsi yang tersebar di tujuh posko pengungsian.

“Saya mohon ini tolong koordinasikan kepada penanggung jawab posko untuk terus mengupdate jumlah pengungsi dan kebutuhan logistik, agar kita bisa tepat dan akurat untuk distribusikan bantuan,” tutur bupati. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here