LAZ Harfa Kampanyekan Indonesia Sadar Zakat

Untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Banten, Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten akan melakukan kampanye zakat pada 2020. Hal tersebut, juga sebagai salah satu cara memutus mata rantai kemiskinan di masyarakat. Sebab, dari zakat yang dibayarkan akan disalurkan untuk yang membutuhkan.

Direktur LAZ Harfa Banten Indah Prihanande mengatakan, “Kampanye Indonesia Sadar Zakat” tersebut, merupakan inisiasi dari LAZ Harfa. Sebab, kesadaran membayar zakat ini sudah menjadi kendala di setiap daerah di Indonesia.

“Oleh karena itu, ini sudah menjadi tugas kami untuk menggerakkan masyarakat secara nasional dalam kesadaran membayar zakat,” katanya, Kamis (26/12/2019).

Ia menjelaskan, seharusnya zakat ini menjadi suatu kesadaran yang ditunaikan, ini juga untuk mengedukasi masyarakat, agar mereka menyalurkan kepada lembaga yang profesional. Kemudian, langkah yang akan dilakukan pihaknya, adalah melalui media sosial dan media lainnya, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait zakat. “Itu langkah kampanye yang akan kami lakukan,” ujarnya.

Selain itu, dia menuturkan, jika zakat tidak hanya sebatas zakat fitrah saja. Akan tetapi, ada zakat profesi, zakat mal, dan zakat lainnya.

“Jadi, nanti kami juga akan memberikan edukasi dan pemahaman terkait macam-macam zakat ini dan kami akan terus melakukan kampanye Indonesia Sadar Zakat. Karena, kami memiliki target pada 2020 sekitar Rp 20 miliar untuk zakat,” ucapnya.

Pihaknya saat ini, telah melakukan kolaborasi antarsesama lembaga amil zakat lainnya. Hal tersebut, untuk meminimalisir dan tidak adanya tumpang tindih. Maka, dibuat sebuah Forum Zakat Wilayah (Fozwil) Banten, agar zakat yang didapat bisa terbagi secara merata. Ia mengatakan, tingkat kesadaran dalam membayar zakat masyarakat di Banten masih minim.

“80 persen donatur berasal dari Jakarta dan Tangerang, memang tingkat kesadaran di Banten masih minim. Namun, kami tidak bisa menilai langsung. Karena, mungkin mereka telah melakukan zakat secara konvensional atau memberikan langsung kepada penerima zakat,” tuturnya.

Dari zakat juga, pihaknya telah berhasil membangkitkan kesejahteraan masyarakat di desa. Salah satunya di Desa Majau, Saketi, Kabupaten Pandeglang yang saat ini sudah memiliki Koperasi Keuangan Mikro Berbasis Perempuan (KKM BP).

“Kami ada desa dampingan, jadi paling banyak penyalurannya di desa pendampingan dan pemberdayaan serta pengentasan kesejahteraan ekonomi,” katanya.

Ketua KKM BP Annisa Majau Saketi, Kabupaten Pandeglang Nia menuturkan, LAZ Harfa membawa kelompok kerjanya ke daerah Menes, Pandeglang untuk belajar mengenai koperasi. Bahkan, saat ini omzet dari koperasinya sudah mencapai Rp 100 juta per tahun, yang awalnya hanya mendapatkan Rp 3 juta.

“Setelah berjalan dan sampai enam tahun sudah mencapai lebih dari Rp 100 juta. Kami memang tidak pernah diberikan modal berupa uang, namun LAZ Harfa memberikan kami ilmu. Kami didampingi dan diajarkan untuk mandiri. Alhamdulillah, sampai sekarang omzet kami sudah lebih dari Rp 100 juta per tahun,” ujarnya.

Selain itu, ada juga seorang nelayan rajungan korban tsunami Selat Sunda asal Kabupaten Pandeglang yang mendapat bantuan perahu dari LAZ Harfa.

“Memang kalau rajungan itu kan bergantung pada gelombang. Seharusnya pada bulan ini sudah panen dan mendapat lebih dari 10 kilogram rajungan. Tapi, setelah tsunami benar-benar tidak ada dan alhamdulillah kami dapat bantuan perahu untuk menangkap ikan, ini juga hasil dari zakat. Kami benar-benar merasakannya,” ucapnya. (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here