Layanan RSUD Kota Serang Disorot

RSUD Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menyoroti belum maksimalnya layanan RSUD Kota Serang. Padahal, setiap tahunnya APBD Kota Serang selalu menganggarkan belanja pegawai dan biaya operasional RSUD Kota Serang.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Ahmad mengatakan, sejak perekrutan pegawai dan digelar soft launching pada tahun 2018 lalu. Pihaknya selalu menganggarkan untuk belanja pegawai, tetapi sangat disayangkan hal itu tidak diiringi dengan pelayanan RSUD yang bisa memberi manfaat lebih kepada masyarakat.

“APBD setiap tahun menganggarkan belanja pegawai rumah sakit, mulai dari direktur utamanya sampai dengan sekuriti, office boy, dokter, bidan, perawat. Itu sudah dianggarkan setiap tahun, output dan outcome harus sesuai,” kata Ridwan kepada Kabar Banten, Senin (23/9/2019).

Padahal, ucap dia, tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan untuk biaya operasional dan belanja pegawai RSUD Kota Serang. Namun, belum semua masyarakat Kota Serang merasakan manfaat keberadaan RSUD itu.

“Pertanyaannya, berapa persen yang sudah rawat inap? Berapa persen rawat jalan? Dan berapa persen masyarakat yang merasakan keberadaan RSUD?” ucap dia.

Ia menuturkan, pada APBD 2020 mendatang, RSUD Kota Serang kembali mendapat kucuran APBD sebesar Rp 13,9 miliar. Sehingga sudah tidak ada alasan lagi RSUD belum melayani secara maksimal. Terlebih, saat ini Universal Health Coverage (UHC) Kota Serang sudah mencapai 93 persen.

“Saya mengapresiasi capaian 93 persen UHC, tapi tentu hal itu harus dibarengi dengan fasilitas kesehatan. Jangan sampai masyarakat tidak bisa memanfaatkan akses kesehatan, karena di RSUD lain penuh dan RSUD Kota Serang belum beroperasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang M Ikbal mengatakan jika RSUD Kota Serang baru bisa melayani rawat jalan dan rawat inap tanpa operasi. Tetapi, kata dia, hal itu bukan berarti RSUD tanpa layanan, karena data yang masuk sudah ratusan masyarakat yang merasakan pelayanan.

“Kita kan buka 24 jam sejak soft launching itu, data yang sudah dilaporkan ke dinas itu cukup banyak, sudah ratusa setiap bulan itu yang masuk RSUD,” kata Ikbal.

Sementara itu, untuk pegawai RSUD terdapat 30 pegawai tetap dan sekitar 150 tenaga kontrak. Jumlah pegawai kontrak itu, ujar dia, ke depan akan terus dikurangi saat masuknya pegawai ASN yang baru.

“Kelengkapan tenaga memang syarat yang harus dipenuhi, kan kita sekarang terus melayani masyarakat tapi lebih banyak rawat jalan,” ujarnya.

Ia berharap, Perda tentang Retribusi RSUD yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi di Pemerintah Provinsi Banten bisa segera rampung. Sehingga, RSUD Kota Serang bisa segera beroperasi dengan maksimal sesuai target di akhir tahun 2019 ini.

“Saya yakin ditahun ini RSUD bisa dilaunching Pak Wali Kota, memang waktu itu kita rencana paling cepat Agustus, tapi paling lama akhir tahun,” ujarnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here