Larang Anak di Bawah Umur Berkendara, Bupati Serang Siapkan Surat Edaran

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berencana membuat surat edaran ke desa-desa yang ditujukan untuk orangtua murid di Kabupaten Serang, agar melarang anaknya yang di bawah umur mengendarai motor atau mobil. Hal tersebut dilakukan untuk membantu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Ia mengatakan, pemkab akan secara masif menyebarkan surat ke tingkat desa, agar ditunjukan dan menekankan kepada orantua, agar anak-anaknya yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) tidak diperbolehkan berkendara.

“Di daerah kan masih banyak yang seperti itu (diizinkan berkendara). Pemahaman orangtua juga kurang, jadi usia yang belum cukup sudah diberikan motor dan mengendarai. Ini kan bahaya,” katanya saat ditemui seusai menghadiri kegiatan pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas di Aula PMI Banten, Senin (8/4/2019).

Menurut dia, selama ini masih banyak pelajar di usia 16 dan 17 tahun yang belum memiliki SIM nekat mengendarai kendaraan. Padahal, pemahaman mereka terkait lalu lintas belum sepenuhnya mereka ketahui. Akibatnya, banyak pelanggar lalu lintas yang mayoritas berasal dari pelajar.

“Remaja ini kan mengikuti emosinya, khawatir kecelakaan. Kondisinya kan di lapangan usia 16 dan 17 sudah mengendarai kendaraan,” ucapnya.

Sehingga, tutur dia, dalam hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang bersama Polres Kabupaten Serang menekankan kepada mereka terkait konsekuensi hukum dalam berkendara. Sebab, dikhawatirkan jika tidak memahami hukum lalu lintas akan terjadi kecelakaan.

Sementara, Sekretaris Dishub Kabupaten Serang Beni Yuarsa menjelaskan, Dishub saat ini secara rutin terus memberikan pembekalan kepada para pelajar dalam berkendara. Hal tersebut bertujuan, untuk meningkatkan kesadaran pelajar dalam mematuhi peraturan lalu lintas dengan cara memberdayakan seluruh komponen. Kemudian, agar pembekalan yang diberikan dapat disebarluaskan kepada pelajar lainnya.

“Pelajar di bawah umur yang menggunakan kendaraan itu banyak, karena dari orangtua juga yang memanjakan anaknya. Selain itu, faktor lain, karena di daerah masih minim angkutan, namun sudah coba kami tangani dengan memberikan angkutan perintis, walaupun belum maksimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan pembekalan pemahaman terkait lalu lintas tersebut, nantinya para pelajar akan mengikuti tes dari materi yang telah disampaikan. Di mana akan ditunjuk 3 besar yang memperoleh nilai besar dan maju ke tingkat provinsi sebagai pelajar pelopor keselamatan lalu lintas.

“Saat ini ada 77 pelajar se-Kecamatan Tirtayasa. Mereka semuanya duduk di kelas 2 atau yang masih berusia 16 dan 17 tahun. Nanti kami ambil 3 besar dan maju ke tingkat provinsi, mudah-mudahan bisa ke tingkat nasional,” katanya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here