Lapas Pemuda Tangerang Terapkan Medium Sekuriti

Lapas Pemuda Tangerang.*

TANGERANG, (KB).- Mengatasi over crowded tingkat hunian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas II A Tangerang akan dijadikan sebagai Lapas dengan kategori medium sekuriti.

Menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Banten Imam Suyudi, penerapan kategori medium sekuriti ini sebagai revitalisasi penyelengaraan kemasyarakatan. “Revitalisasi ini sudah kita mulai. Saya sudah melihat rencana penempatan atau penetapan,” ujarnya di Lapas Pemuda Tangerang, Minggu (28/4/2019).

Imam mengatakan, penerapan kategori medium sekuriti dapat mengatasi over crowded hunian yang terjadi di Lapas, salah satunya di Lapas Pemuda Tangerang. “Sejauh ini jelas terjadi over crowded. Kita terlalu berlebih seperti di Lapas ini over crowdednya sudah 200 hampir 300 hunian,” kata Imam.

Penerapan kategori ini sudah mulai berjalan dan ditargetkan selesai pada dua sampai tiga bulan mendatang. Selain di Lapas Pemuda Tangerang, ada dua Lapas lain di lingkungan Kanwil Kemenkumham Banten yang akan ditetapkan sebagai penerapan serupa yakni Lapas Kelas 3 Cilegon yang nantinya menjadi Lapas Kelas 2A Cilegon pun ditetapkan sebagai Lapas dengan kategori maksimum sekuriti. Sementara Lapas Rangkas juga akan ditetapkan sebagai kategori minimum sekuriti.

Masih Ada Celah Narkoba

Sementara itu meski telah menjalani hukuman, namun celah terjadinya praktik peredaran narkoba yang dikendalikan dari balik jeruji besi masih bisa terjadi. Demikian halnya peredaran di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Tidak menutup kemungkinan celah-celah (peredaran narkoba) itu juga pasti ada dengan banyaknya orang,” ujar Kepala Lapas Pemuda Tangerang Jumadi kepada di Lapas Pemuda Tangerang, Minggu (28/4/2019).

Jumadi mengatakan, potensi adanya peredaran narkoba di Lapas ini karena padatnya warga binaan pemasyarakatan (WBP). Terlebih, para narapidana yang tengah menjalani hukuman itu notabene merupakan terjerat kasus narkoba. “Karena sekarang kita isinya disini sudah 2.800 (WBP). Tentunya juga lumayan padat sudah dua kali lipat dari tempat kita,” katanya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi peredaran narkoba ini, pihak Lapas telah bekerjasama dengan Kepolisian dan BNN. Jumadi menuturkan, jika terdapat narapidana maupun petugas Lapas yang terindikasi terlibat dalam peredaran narkoba akan ditindak tegas.

“Kalau kita sudah sering sampaikan semuanya apapun mereka siapapun dia, jika terlibat dalam jaringan narkoba memakai atau membawa apalagi membawa ke dalam akan ditindak tegas,” jelasnya seraya menambahkan, para narapidana maupun petugas di Lapas telah berkomitmen bersama menekan peredaran narkoba.

“Kita sudah komitmen bersama dan mereka juga sudah tandatangani mengenai integritas di awal tahun kemarin bahwa kita harus bebas narkoba. Karena apa artinya kita melarang WBP untuk zero narkoba tapi kalau dari kita masih ada oknum-oknumnya, itu memang kita tekankan dan mudah-mudahan sudah tidak ada lagi seperti itu,” imbuhnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here