Langganan Macet Setiap Jam Pulang Sekolah

Kemacetan yang terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Kota Serang saat jam pelajaran berakhir, Jumat (9/8/2019).*

KEMACETAN hampir setiap hari terjadi saat jam pulang sekolah di beberapa titik di Kota Serang. Seperti di depan SMKN 1 dan SMKN 2 Kota Serang di Jl. KH. Abdul Fatah Hasan dan depan SMA 1 Kota Serang di Jl. Jenderal Ahmad Yani Kota Serang.

Pantauan Kabar Banten, banyaknya siswa yang keluar dan angkutan kota (angkot) yang berhenti sembarangan mengakibatkan kemacetan panjang terjadi.

Kepala Bidang Dalops dan Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Heruna Jaya mengatakan, kemacetan tersebut bersifat temporer saat siswa masuk dan keluar area sekolah saja. Tidak ada penempatan anggota Dishub untuk mengurai kemacetan tersebut.

“Itu kan temporer, kalau sedang belajar mah enggak kan. Belum ada rencana penempatan anggota. Anggota kami belum cukup,” kata Heru kepada Kabar Banten, Jumat (9/8/2019).

Ia menuturkan, jalan di depan dua sekolah yang sering mengalami kemacetan itu bukan menjadi kewenangan Kota Serang. SMKN 1 dan 2 Kota Serang merupakan kewenangan provinsi dan jalan depan Jalan depan SMAN 1 Kota Serang merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Saya pikir sepanjang sekuriti sekolah bisa mengatur lalu lintasnya tidak akan terlalu macet,” ucapnya.

Ia menuturkan, Dishub sudah memasang rambu-rambu lalu lintas agar angkot tidak berhenti dan tidak ngetem sembarangan. Namun, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menindak pelanggar lalu lintas.

“Penindakannya kan kalau melanggar rambu lalu lintas di kepolisian. Kami sudah pasang, kan banyak rambu mah,” tuturnya.

Ia mengatakan, masalah kemacetan tidak bisa hanya diselesaikan petugas. Tapi, masyarakat juga harus mulai sadar mematuhi rambu lalu lintas dengan tidak berhenti dan parkir sembarangan. “Tetapi kami tetap, dari Dishub dalam memberi pelayanan ke masyarakat,” katanya.

Ia berharap setiap sekolah memiliki kebijakan agar siswa yang belum cukup umur tidak diperbolehkan membawa kendaraan sendiri. Selain demi keselamatan, hal itu juga untuk meminimalisasi kemacetan.

“Bisa enggak sekolah melarang anak sekolah tidak membawa kendaraan bagi yang belum memiliki KTP dan SIM. Itu bisa mengurangi jumlah kendaraan dan kemacetan,” ujarnya. (Masykur/Rifki)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here