Lambat Tunjuk Sekda, Khawatir Menuai Krisis

PANDEGLANG, (KB).- Hampir satu tahun jabatan pimpinan tinggi pratama di Pemkab Pandeglang masih dijabat seorang Pj Sekda. Padahal, sejak dibuka lelang jabatan sekda sampai sekarang sudah ada tiga nama calon sekda yang diumumkan panitia seleksi atau Pansel sekda dan hasilnya sudah disampaikan ke pejabat pembina kepegawaian (kepala daerah).

“Saya melihat keputusan menunjuk dan mengusulkan seorang sekda definitif itu hak prerogatif kepala daerah. Tapi ingat, jika lambat mengambil keputusan itu bisa menuai krisis kepercayaan publik. Objektifnya, keputusan itu bergantung pejabat pembina kepegawaian yang harus mendalami cepat manajerial calon sekda yang akan didefinitifkan,” kata seorang akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtasaya (Untirta) Serang, Banten, Ipan Hilmawan kepada Kabar Banten, Ahad (30/7/2017).

memutuskan satu di antara tiga nama

Menurutnya, sangat kurang tepat jika user (kepala daerah) mengundur-undur untuk memutuskan siapa yang akan menjadi sekda. Sebab, proses lelang sekda di Pandeglang sudah selesai, dan tiga nama yang lolos di seleksi Pansel sudah diumumkan.  Ketiga nama calon sekda itu, Ali Fahmi (Kepala BKD), Ferry Hasanudin (Pj sekda) dan Kurnia Satriawan (Kepala Bappeda). Nama-nama itu tidak asing bagi pegawai di Pandeglang dan tentunya bupati akan lebih mengetahui rekam jejak, manajerial, loyalitas, dedikasi, prestasi dari ketiga calon sekda.

“Tinggal menunggu keberanian saja untuk memutuskan satu di antara tiga nama itu. Satu tahun jabatan Pj sekda sudah terlalu lama, dan untuk menggerakkan struktur pemerintahan, jabatan sekda definitif sangat penting dan harus secepatnya diputuskan,” ujar Ipan. Menurutnya, jika terlalu lambat mengambil keputusan, dikhawatirkan akan mengundang persepsi negatif dari publik. Sebab, para calon yang sudah menyelesaikan tahapan secara profesional telah dilakukan. (H-50/H-21)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here