Laka Lantas Didominasi Kaum Milenial

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi hantu yang menakutkan bagi para pengemudi di jalan raya. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten, pada 2018 sebanyak 5 orang perhari mengalami kematian akibat insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Banten Kombes Pol. Wibowo mengatakan, faktor keselamatan saat berkendara biasanya sering diabaikan oleh para pengemudi jalan raya. Akibatnya, banyak kecelakaan lalu lintas sering terjadi karena mengabaikan faktor tersebut. Bahkan menurut Wibowo, angka kecelakaan lalu lintas menjadi penyumbang tertinggi kematian seseorang dibandingkan dengan penyebab-penyebab lainnya.

”Kecelakaan lalu lintas itu menjadi sesuatu yang mematikan. Namun, jarang menjadi perhatian kita bersama karena hampir tidak terlihat kejadiannya,” kata Wibowo saat bersilaturahim dengan para pimpinan perusahaan dan Redaksi Harian Umum Kabar Banten, di Kantor HU Kabar Banten, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Serang, Jumat (15/2/2019).

Dari catatan Ditlantas Polda Banten pada 2018, sebanyak 1.300 orang harus kehilangan nyawanya saat berkendara di jalan raya akibat kecelakaan. Jumlah ini akan menjadi lebih besar dibandingkan dengan data nasional yang mencatat lebih dari 30.000 orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.

Menurut Wibowo, mayoritas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas menyasar kepada kelompok-kelompok anak muda atau kaum milenial. Faktornya, karena mereka jarang memperhatikan peraturan keselamatan dan patuh terhadap tata tertib saat berkendara di jalan raya.

”Bagi orang awam mungkin tidak terlihat. Tapi, begitu kita buka datanya ternyata fantastis. Banyak orang meninggal di jalan, setiap hari dengan jumlah luar biasa. Kebanyakan melibatkan kelompok milenial, baik sebagai pelaku atau korban. Padahal, mereka merupakan generasi penerus kita yang wajib kita jaga keselamatannya,” ujar Wibowo.

Atas kondisi tersebut, Ditlantas Polda Banten berencana menggelar program Milenial Road Safety Festival (MRSF) yang menyasar kepada kelompok-kelompok anak muda. Tujuannya agar mereka bisa lebih sadar dan mematuhi semua aturan lalu lintas demi menjaga keselamatan saat di jalan raya.

Rencananya, puncak acara MRSF akan digelar pada 23 Maret 2019 di Kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang. Ribuan kelompok-kelompok otomotif yang mayoritas digandrungi para anak muda, juga akan diundang dalam acara tersebut demi kampanye keselamatan saat berkendara.

”Program Milenial Road Safety Festival ini bukan tanpa alasan, ada latar belakangnya. Di tahun 2010, Korlantas Polri sudah membuat rancangan umum keselamatan berkendara yang dicanangkan dari 2011-2035. Tujuan utamanya untuk menurunkan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Nah, acara ini juga bagian untuk mendukung kampanye keselamatan tersebut,” tutur Wibowo.

Tidak lupa, ia mengimbau seluruh masyarakat pengguna jalan raya agar selalu mematuhi tata tertib saat berkendara. ”Semua peraturan harus ditaati. Itu semuanya demi mencegah apapun yang terjadi di jalan untuk keselamatan kita semua,” ucap Wibowo.

Sementara itu, Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar mengapresiasi kedatangan Dirlantas Polda Banten Kombes Pol. Wibowo yang didampingi Wadirlantas AKBP Maesa Soegriwo dan Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Banten AKBP Tri Laksono ke kantor redaksi HU Kabar Banten. Pihaknya akan siap mendukung rencana program Ditlantas untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya.

”Bagi kami, siapapun mitra yang punya kesepahaman kerja sama dengan kami, maka akan kami dukung secara penuh. Kabar Banten juga merupakan perusahaan media yang sudah melakukan kerja sama dengan berbagai institusi di Provinsi Banten,” katanya. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here