Lajur Kiri Khusus Roda Dua, Sepanjang Jalan Daan Mogot Dilarang Parkir

Petugas Kepolisian bersama petugas Dishub meninjau lokasi jalan daan mogot, lalu lintas bagi pengendara roda dua akan dikhususkan di jalur kiri.*

TANGERANG, (KB).- Satlantas Polres Metro Tangerang Kota menggalakkan rencana pemberlakuan lajur kiri khusus sepeda motor di sepanjang Jalan Daan Mogot, tepatnya dari KM 52-KM 55 atau dari Pos A1 hingga Pos Robinson, Kota Tangerang.

Polantas baru saja menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan, seperti Dinas Perhubungan, Kodim 0506, dan stakeholder di Ruang Rapat Utama Polres Metro Tangerang Kota, Kamis (21/2/2019).

Hasil rapat disepakati, bahwa untuk melancarkan ketentuan tersebut, akan diberlakukan larangan parkir di jalur kiri Jalan Daan Mogot pada pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB setiap Senin hingga Jumat.

KBO Lantas Polres Metro Tangerang AKP Agus Pribadi yang memimpin jalannya rapat tersebut, polantas akan menindak kendaraan yang melakukan parkir liar di sepanjang Jalan Daan Mogot.

“Hasil koordinasi semua mendukung. Jadi yang pertama kami akan laksanakan, adalah penertiban parkir liar. Kedua, parkir di sisi kiri antara pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, karena untuk kanalisasi roda dua,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa larangan parkir pada waktu tertentu tersebut, akan berlangsung selama tahap sosialisasi, yakni sebulan penuh terhitung sejak Selasa (29/2/2019).

Ia menambahkan, untuk parkir kendaraan sudah disiapkan di lahan eks Gedung Pemda Kabupaten Lama. ‚ÄúSelama sosialisasi nanti, tahap evaluasi akan kami simpulkan kekurangannya. Baru dapat kami putuskan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Pleton 4 Dishub Kota Tangerang Yuniar Mario Kempes menjelaskan, pihaknya akan memfasilitasi rambu jalur untuk larangan berhenti berupa leter S demi mendukung larangan parkir tersebut.

“Sesuai tupoksi kami, bahwa kami akan memfasilitasi rambu-rambu jalur untuk larangan berhenti, sehingga otomatis tidak bisa untuk parkir,” ucapnya.

Berdasarkan pengamatan sebagian para hadirin rapat menyetujui mengenai larangan parkir selama tahap sosialisasi rencana penerapan jalur kiri khusus sepeda motor di sepanjang Jalan Daan Mogot. Para stakeholder, seperti pihak sekolah dan para pengusaha akan menyosialisasikan siswa maupun konsumennya mengenai hal tersebut.

Kanalisasi jalur motor

KBO Lantas Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Agus Pribadi menjelaskan, sejumlah alasan, pihaknya ingin menerapkan sistem kanalisasi jalur khusus sepeda motor di Jalan Daan Mogot.

Ia menuturkan, kanalisasi lajur dengan luas 3 meter tersebut, bertujuan untuk mengurai kemacetan. Selain itu, alasan yang terpenting, adalah demi menekan angka kecelakaan di Kota Tangerang.

Sementara, kondisi lalu lintas satu arah di Jalan Daan Mogot tidak ada masalah berarti atau lancar-lancar saja. Meskipun begitu, kemacetan terjadi pada jam-jam tertentu seperti jam pulang kerja dan pulang sekolah.

Sementara, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Tangerang, berdasarkan penelusuran pada 2018 mencapai 438 peristiwa yang didominasi oleh kendaraan roda dua. Angka tersebut, meningkat dibanding 2017 yang hanya 370 peristiwa kecelakaan.

Di sisi lain, tutur dia, penerapan tersebut, juga sebagai implementasikan Program RSPA (Road Safety Partnership Action). “Selain daripada mengurangi kemacetan, memang untuk meminimalisir kecelakaan,” katanya.

Ia melanjutkan, sejauh ini rencana tersebut, masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat selama sebulan penuh mulai terhitung sejak Selasa (19/2/2019). Selama masa sosialisasi, Polantas menerapkan uji coba sistem jalur khusus sepeda motor di sisi kiri pada pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. Para pengendara yang parkir liar di sepanjang lajur Jalan Daan Mogot juga akan ditindak.

Ia menambahkan, pengendara motor juga tidak harus masuk ke jalur kiri jika hendak menuju ke lokasi tujuan yang berada di sebelah kanan jalan. “Untuk roda dua yang tujuan ke kanan tidak usah masuk kanalisasi, masuk saja ke tujuan tidak apa-apa. Karena, nanti kalau masuk malah memotong. Setiap yang mau ke kanan langsung saja ke kanan, ke tujuannya,” ujarnya.

Sementara, di sisi kiri terdapat lokasi-lokasi penting, seperti sekolah, pihak sekolah akan menerapkan sistem drop off. Ia melanjutkan, pihaknya telah menyediakan area parkir di lahan eks Gedung Pemda Kabupaten Lama. “Nanti seluruh stakeholder sama-sama untuk menggarap kawasan tertib lalu lintas ini,” ucapnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here