Selasa, 25 September 2018

Lahan Pertanian di Provinsi Banten Menyusut, Ichsan Soelistio: Saya Sedih

SERANG, (KB).- Anggota komisi 3 DPR RI, Ichsan Soelistio mengaku sedih atas berkurangnya lahan pertanian di Provinsi Banten akibat beralih fungsi menjadi wilayah perumahan.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat akan pemukiman dan ekonomi menjadi salah satu penyebab banyaknya lahan pertanin dijual kepada pengembang. Selain itu, tanah pertanian relative lebih murah dibanding tanah lainnya. Sehingga pengembang banyak memilih lahan pertanian sebagai lokasi perumahan.

“Saya memang sedih kalau soal tanah yang makin lama makin hilang untuk perumahan itu,” kata Ichsan usai menjadi pembicara pada Pelantikan IKA Fakutas pertanian Untirta (Faperta) dan Milad Faperta ke 34 di Aula fakultas pertanian Untirta, Senin (3/9/2018).

Ichsan mengatakan, dirinya seringkali menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual lahan pertanian, tetapi hal tersebut sangat sulit diterima karena kebutuhan masyarakat terhadap ekonomi.

“Saya selalu mengatakan kepada mereka (maayarakat) kalau bisa tanah itu tidak boleh dijual karena tanah itu gak bisa diproduksi lagi,” ucapnya.

Politisi dari PDI Perjuangan itu mengatakan, potensi pertanian di provinsi Banten sangat besar. Tetapi kemauan masyarakat untuk mengelolanya masih kurang, sehingga masih banyak lahan pertanian yang terbengkalai.

“Bayangin Malaysia investasi naga merah disini, berati kan tanahnya bagus kalau orang asing mau ngelola. Jadi kembali lagi semua bagaimana masyarakat bisa mengelolanya,” tuturnya.

Ia berharap, dengan dilantiknya pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Faperta bisa berdampak terhadap petani di Banten. Terlebih program-program pemerintah yang menyasar pertanian sangat banyak.

“Adanya IKA Faperta ini mudah-mudahan bisa membawa lebih besar karena pemerintah sudah menyiapkan sekian banyak program, kalau tidak dimanfaatkan sayang,” ujarnya.

Ketua IKA Untirta, Helldy Agustian berharap dengan dilantiknya pengurus IKA Faperta bisa memberikan dampak besar terhadap pertanian dan ekonomi petani di Banten.

“Tadi luar biasa IKA Faperta ini artinya kemandirian, kebersamaan teman-teman muda bagaimana menumbuh kembangkan ekonomi,” ujar Helldy. (Masykur)*


Sekilas Info

SMP Terpadu AL Qudwah Resmikan Saung Literasi

LEBAK, (KB).- Untuk memfasilitasi semangat literasi siswa, SMP Terpadu Al Qudwah Lebak meresmikan Saung Literasi, Senin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *