Lahan Kosong Hanya 13 Persen, Kota Tangerang Semakin Gersang

TANGERANG, (KB).- Kota Tangerang yang merupakan kota seribu industri dan sejuta jasa ini hampir 100 persen telah dipadati penduduknya. Bahkan, pebisnis properti telah membangun perumahan-perumahan di berbagai lokasi di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, saat ini Kota Tangerang telah menjadi kota yang gersang, banyak para pemangku kepentingan properti memanfaatkan kota metropolitan ini untuk meraup keuntungan. “Semua sudah jadi kontrakan, perumahan, mal, apakah pembangunan ini perlu distop, kan nggak mungkin juga,” ujar Arief, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, masih ada beberapa lahan di Kota Tangerang yang masih belum digarap. “Tentunya apakah kota ini ingin dijadikan kota gersang atau kota yang hijau. Semua bergantung keinginan para pemangku kepentingan, termasuk keinginan masyarakat Kota Tangerang itu sendiri. Kemarin di tahun 2017 telah melakukan foto udara. Hasilnya, daerah kita yang belum terbangun ada 13 persen,” ujar Arief.

Arief melanjutkan, Pemkot Tangerang akan memanfaatkan lahan yang belum digarap tersebut untuk dijadikan sebagai sarana dan prasarana publik. Sehingga penghijauan pun terdapat di kota seribu industri ini. “Harus ada cara-cara lain agar ruang terbuka hijau bisa memberikan fasilitas publik agar lingkungan kita terjaga,” ucap Arief.

Sementara itu, jumlah wisatawan datang ke Kota Tangerang terus meningkat. Tak ayal Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan pembenahan disegala sektor, salah satunya taman tematik. Upaya tersebut juga bagian dari pemenuhan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 20 persen dari luas kota.
Tihar Sopian, Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota Tangerang mengatakan, saat ini sudah ada 27 taman tematik yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Tangerang.

“Sejak tahun 2014 jumlah taman tematik di Kota Tangerang terus bertambah, karena kita melihat animo masyarakat yang datang berkunjung ke taman selalu tinggi,” tutur Tihar. Ia melanjutkan, pada tahun 2017 pihaknya terfokus pembangunan taman yang bisa menjadi wahana edukasi. “Taman herbal bisa menjadi wahana pembelajaran bagi kader-kader PKK untuk bercocok tanam, khususnya tanaman yang memiliki khasiat,” tutur Tihar. (DA)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here