Rabu, 21 Februari 2018

Kursi Kosong Wakil Wali Kota Cilegon, Politisi Diminta Menahan ”Syahwat”

CILEGON, (KB).- Politisi Partai Golkar yang juga Ketua PK Ciwandan DPD II Golkar Kota Cilegon, Isro Miraj meminta para politisi untuk menahan ”syahwat” terkait kursi kosong Wakil Wali Kota Cilegon. Ia menilai, masih terlalu dini mewacanakan pengisian Wakil Wali Kota Cilegon, mengingat persoalan hukum yang menimpa Wali Kota Cilegon nonaktif, Tubagus Iman Ariyadi belum berakhir.

“Saya kira terlalu dini untuk membicarakan tentang siapa yang paling pantas duduk di kursi wakil wali kota. Sebab, status pak wali kan belum ada ketetapan hukum tetap. Jadi, terlalu dini untuk membicarakan hal itu,” katanya.

Menurut pria yang kini menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon tersebut, wacana-wacana tentang siapa yang akan menjadi wakil wali kota dinilai kurang beretika. Meskipun secara politik, hal tersebut sah untuk dibicarakan. “Sah-sah saja memang secara politik. Tapi, kalau secara etika, itu kan kurang bagus. Tahan dululah syahwat kekuasaannya, sampai ada kata inkrah,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah politisi di Kota Cilegon mulai menyodorkan kader partainya untuk menjadi wakil wali kota mendampingi Plt Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi. Seperti diketahui, Edi yang sebelumnya Wakil Wali Kota Cilegon diangkat menjadi Plt Wali Kota Cilegon, setelah Wali Kota Cilegon nonaktif, Tubagus Iman Ariyadi menjadi tersangka dugaan suap proses pengurusan analisis pengandalian dampak lingkungan (amdal) Transmart Cilegon. Akibatnya, jabatan wakil wali kota mengalami kekosongan. (AH)***


Sekilas Info

Mobil Dinas “Disulap” Jadi Pelat Hitam

CILEGON, (KB).- Mobil dinas (mobdin) pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, mendapat sorotan sejumlah kalangan. Sebab, mobil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *