Kurangi Volume Sampah, Warga Diajak Kelola Bank Sampah

Wali Kota Serang Syafrudin saat ikut membersihkan sampah pada Program Jumat Bersih di Kampumg Baru, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok, Jumat (1/2/2019).*

SERANG, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan bank sampah. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi volume pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong.

Pelaksana tugas (Plt) DLH Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, masyarakat bisa memilih sampah organik dan nonorganik untuk dipisahkan. Kemudian, sampah tersebut kembali dipilih untuk memisahkan sampah-sampah mana saja yang bisa dimanfaatkan.

“Kan nanti kalau sudah ada orang yang ngelola, sampah-sampah mana yang bisa jadi kerajinan ataupun yang bermanfaat. Sementara ini, kan masih banyak sampah dari rumah ke TPS, ke TPA. Hampir 100 persen terbuang semua ke TPAS Cilowong,” katanya, Jumat (1/2/2019).

Dengan adanya bank sampah, ujar dia, ada tambahan penghasilan untuk masyarakat. Selain itu, volume sampah yang dibuang ke TPAS akan berkurang.

“Walaupun kecil kami harus coba, karena salah satunya kami dibantu teman-teman bank sampah. Kami tidak mungkin sampah hanya ditangani oleh kami sendiri. Kegiatan ini salah satunya pemberdayaan pemerintah dalam mengurangi beban sampah dengan adanya bank-bank sampah,” ucapnya.

Saat ini, tutur dia, sampah yang dibuang ke TPAS Cilowong dalam sehari mencapai 300 meter kubik dengan jumlah pengangkutan sebanyak 50 truk. Ia berharap, jumlah tersebut bisa dikurangi. “Misal sehari 50 truk, (dengan aktifnya bank sampah) bisa berkurang 40 truk,” katanya.

Ia menuturkan, saat ini bank sampah sudah dibentuk di beberapa wilayah Kota Serang.”Program keroyokan, LH di Kelurahan Cipete berkaitan dengan bank sampah. Setiap kelurahan juga kami sudah ada bank sampah termasuk di Kelurahan Curug,” ujarnya.

Selain itu, bank sampah akan membentuk kesadaran dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya membuang sampah sesuai tempatnya.

Ia mencontohkan, masih banyak masyarakat yang tidak memanfaatkan tong sampah yang ditempatkan di sepanjang jalan protokol.

“Kan tong sampah di sepanjang jalan itu ada dua kebutuhan, yaitu sampah organik dan nonorganik. Tapi, banyak yang menyalahgunakan, seperti sampah rumah tangga ditaruh di situ, sehingga banyak yang jebol,” ucapnya. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here