Kurangi Pengangguran, Pemkot Hadirkan Industri di Kota Serang

SERANG, (KB).- Dalam upaya mengurangi angka pengangguran, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah melakukan revisi Rencana Rata Ruang Wilayah (RTRW), yang dapat menghadirkan industri serta membuka investasi di Kota Serang. Hal tersebut diyakini dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Serang. Salah satunya melalui revisi RTRW, yang sebelumnya Kota Serang merupakan daerah bebas industri, saat ini menjadi kota yang dapat menerima industri.

“Melalui RTRW ini yang semula tidak ada industri, dengan ada revisi pemkot bisa menempatkan masyarakat untuk bisa mencari nafkah,” katanya, Selasa (4/2/2020).

Ia menuturkan, Pemkot Serang juga akan meminta investor atau industri tersebut, agar dapat memprioritaskan masyarakat Kota Serang dalam memenuhi tenaga kerjanya. Dengan demikian, pihaknya dapat menekan angka pengangguran di Kota Serang.

“Kan biasanya ada kesepakatan, saya targetkan itu harus memprioritaskan warga setempat (masyarakat Kota Serang),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Kota Serang Ahmad Benbela mengatakan, pihaknya mencatat hingga awal 2020 jumlah pengangguran di Kota Serang mencapai 10.000 orang. Hal tersebut dikarenakan minimnya lapangan kerja yang ada di Kota Madani tersebut.

“Dari 10.000 penduduk, memang tidak mencapai hingga 10 persen dari jumlah penduduk. Akan tetapi, jumlah ini bisa terus bertambah setiap tahunnya dan tersebar di seluruh kecamatan di Kota Serang. Apalagi saat kelulusan sekolah (SMA), itu pasti banyak. Bahkan, seharinya bisa mencapai 250 orang yang mendaftar pembuatan kartu kuning,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyaknya pengangguran tersebut dikarenakan lapangan pekerjaan yang minim.

“Jadi, faktornya itu jumlah lapangan pekerjaan tidak mencukupi lulusan sekolah yang notabene sebagai pencari kerja. Contohnya tahun lalu yang tidak diterima cukup banyak, tahun berikutnya banyak kelulusan lagi, jadi jumlah bisa terus bertambah,” tuturnya.

Maka dari itu, pihaknya memiliki sejumlah program untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Serang. Salah satunya melalui peningkatan keterampilan, dengan memberikan pelatihan-pelatihan secara gratis.

“Kalau memaksakan masyarakat Kota Serang bekerja di sektor formal itu cukup sulit, apalagi tidak memiliki industri besar. Karena, di kota ini hanya ada perbankan dan ritel yang daya tampung dalam merekrutnya sedikit, 5 sampai 10 orang saja,” katanya.

Ia menyebutkan, pelatihan tersebut berupa menjahit, tata rias pengantin, tata boga, dan masih banyak yang lainnya. Namun, karena anggaran yang tidak mencukupi, pihaknya akan meberikan pelatihan dengan jumlah terbatas paling tidak satu angkatannya 20 orang. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here