Kurang Pemahaman Agama Picu KDRT

SERANG, (KB).- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sering terjadi dalam hubungan suami-istri disebabkan berbagai hal, salah satunya kurangnya pemahaman agama dan faktor ekonomi. Selain itu, ego yang tinggi juga selalu menjadi perkara dalam hal tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang Dewi Cahyaningrat, Sabtu (23/3/2019).

“Dilihat dari beberapa kasus memang, karena kurangnya pemahaman agama. Kemudian yang kedua itu egois dan yang ketiga, karena faktor ekonomi yang menyebabkan semuanya jadi hilang kesadaran dan berakibat melakukan KDRT. Jadi, emosi tidak terkontrol,” katanya.

Awal tahun ini, ujar dia, menurut laporan sudah ada tiga kasus KDRT yang terjadi di Kota Serang. “Insya Allah sudah tertangani dan memang rata-rata kasus ini sudah lama. Tapi, mereka baru melaporkan kepada kami,” ucapnya.

Jika kendalanya karena faktor ekonomi, pihaknya telah bekerja sama dengan Bidang Pemberdayaan Masyarakat. “Jadi yang ekonominya hanya ‘sebelah’, yang dalam hal ini suami yang menafkahi. Maka, si istri kami berikan bantuan permodalan untuk memulai usaha,” tuturnya.

Sekarang ini, kata dia, pelecehan seksual itu dipicu oleh orang terdekat. “Ini bisa saja terjadi, karena orangtuanya mengabaikan pengawasan pada anak,” ujarnya.

Atas dasar tersebut juga, saat ini pemerintah telah menyiapkan pelayanan “Rumah Layanan”. Jadi, siapa saja yang mengalami hal tersebut bisa melaporkan dengan menghubungi nomor kontak yang tertera di depan Kantor DP3AKB Kota Serang.

“Jadi, kalau memang ada kekerasan dalam rumah tangga ataupun pelecehan seksual atau yang menyangkut pada perlindungan perempuan dan perlindungan anak itu bisa langsung menelepon call center kami yang terpampang di beberapa spanduk di kantor kami,” ucapnya.

Kemudian, saat ini juga Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah meluncurkan layanan 112 untuk memudahkan masyarakat dalam setiap pelanggaran dan tindakan serta perilaku kejahatan.

“Kemudian Kominfo juga telah meluncurkan layanan telepon 112. Tentunya lebih memudahkan kami dalam pendataan dan pelaporan warga,” tuturnya.

Selain itu, Pemkot Serang melalui DP3AKB menggencarkan sosialisasi tentang KDRT dan pelecehan seksual atau kasus lainnya kepada masyarakat.

“Jadi, kami melakukan sosialisasi ke sejumlah kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Serang. Ini merupakan cara kami untuk meminimalisasi seminim mungkin terhadap kasus-kasus tersebut,” katanya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here