Kunjungi UIN Banten, Ombudsman Kaji Tata Kelola Administrasi

Rektorat UIN Banten berfoto bersama Ombudsman RI.*

Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB) menerima kunjungan dari Ombudsman Republik Indonesia yang sedang melakukan kajian atau “Own Motion Investigation” terkait tata kelola pendidikan tinggi dalam pelaksanaan integritas administrasi dan akademik tahun 2019, di Ruang Rapat Rektor, Sabtu (10/8/2019).

Sebanyak empat orang yang tergabung dalam Tim Ombudsman RI yang diketuai Ahmad Sobirin diterima langsung oleh Wakil Rektor I UIN SMH Banten Ilzamudin Ma’mur, dan Wakil Rektor II UIN SMH Banten E. Syarifudin.

Hadir mendampingi para kepala biro, ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), kepala Satuan Pengawas Internal (SPI), dan para kepala bagian. Turut hadir pula dalam pertemuan tersebut Ketua Senat, HMA. Tihami.

Kunjungan ini bertujuan untuk silaturahim, berbagi pengalaman, dan diskusi untuk mendapatkan data dan informasi terkait tata kelola pendidikan tinggi dalam pelaksanaan integritas administrasi dan akademik. Hal-hal yang dibicarakan di antaranya terkait akreditasi, kode etik, plagiarism, dan tata kelola lainnya.

Ketua LPM UIN Banten Hidayatullah mengatakan, UIN SMH Banten telah memiliki pedoman menghindari plagiarisme, pedoman kode etik mahasiswa dan dosen. Peralihan IAIN menjadi UIN juga akan berdampak kepada akreditasi institusi, karena pembaginya banyak seiring bertambahnya program studi.

“Kita punya kode etik mahasiswa dan kode etik dosen, untuk kemahasiswaan dewan kehormatannya adalah Wakil Rektor III dan Wakil Dekan III, untuk Dosen leading sectornya adalah Wakil Rektor I, sementara untuk pegawai adalah Wakil Rektor II,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan dokumen-dokumen berupa beberapa pedoman dan panduan di lingkungan UIN SMH yang diperlukan kepada Ombudsman RI. (Azzam/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here