Jumat, 16 November 2018

Kue Keranjang Ong Tiang Bie yang Melegenda

Kue keranjang atau dalam bahasa mandarin Nian Gao dan dalam dialek Hokkian disebut dengan Ti Kwe. Merupakan sesaji dalam upacara persembahan kepada leluhur saat tujuh hari menjelang tahun baru imlek. Namun pada malam menjelang Tahun Baru Imlek, kue tersebut tetap tidak dimakan hingga hari Cap Go Meh atau malam ke-15 Tahun Baru imlek.

Berbahan dasar ketan dan gula aren, kue keranjang menjadi makanan khas Imlek yang wajib disajikan di atas meja. Dengan tekstur yang kenyal dan legit serta manis yang pas membuat sajian ini menjadi salah satu kue favorit. Mengapa disebut kue keranjang ? Karena, kue tersebut dicetak dalam cetakan yang berbentuk keranjang sehingga banyak orang yang menyebutnya kue keranjang.

Seperti salah satu pembuat kue keranjang di Kota Serang yang kini sudah memasuki generasi ke-3 dari Ong Tiang Bie, beralamat di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No. 125 C Kel. Kota Baru, Kec. Serang. Kue keranjang Ny. Ong Tiang Bie ini sudah berdiri sejak tahun 1935 sampai sekarang. Meski sudah berpindah tangah ke generasi ke-3, namun rasa khas dari kue keranjang Ny. Ong Tiang Bie tetap tidak berubah. Hal ini karena resep yang diturunkan dari generasi pertama masih tetap digunakan dan pengolahannya pun masih secara tradisional.

Menurut Lilie Bastian pemilik sekaligus generasi ke-2 pembuat kue keranjang awalnya yang memulai usaha kue keranjang ini ibunya, Ong Tiang Bie. Sampai akhirnya menjadi besar dan terkenal di Serang bahkan di luar daerah, seperti Tangerang, Jakarta, Bogor dan Bandung.

“Pertama saya bantuin ibu saya membuat kue keranjang. Lama-kelamaan jadi saya yang disuruh bikin sendiri dan dikasih tahu cara sama resepnya. Nah karena sudah tua juga kan ya ibu saya jadi cuma mantau aja gimana cara saya bikin kue keranjang ini. Pada tahun 1985 ibu saya meninggal dan akhirnya turun ke saya sepenuhnya, tapi tetap nama labelnya ibu saya “kue keranjang Ny. Ong Tiang Bie”,” ujar Lilie.

Salah seorang pembeli asal Yogyakarta, Iren (45) mengatakan kue keranjang produksi  Ong Tiang Bie rasanya enak. “Iya kebetulan teman saya suka beli disini dan katanya enak, jadi saya penasaran. Disini juga kan bisa langsung lihat proses pembuatannya, dan ternyata ngga cuma kue keranjang tapi ada teras, dodol sama kerupuk udang juga disini. Kalau sudah tahu kan enak saya bisa kasih tau teman-teman dan keluarga,” tuturnya.

Lilie juga mengatakan biasanya kalau menjelang Imlek orderan meningkat. “Kami jual kiloan dan perkilonya seharga Rp.50.000. Oh, iya kita jual kue keranjang setiap satu tahun sekali, tapi kalo ada pesanan dihari lain kita juga bisa buatin. Jadi, sampai ketemu tahun depan ya…haha,” tuturnya. (Rizki Putri Ananda)*


Sekilas Info

Bank Banten Harus Berkontribusi bagi Daerah

PANDEGLANG, (KB).- PT Bank Pembangunan Daerah (Bank Banten) diharapkan bisa berkontribusi terhadap program percepatan pembangunan di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *