Kubah Masjid RS Sari Asih Dilempari Batu

SERANG, (KB).- Kubah Masjid An Nur yang berada di lingkungan Rumah Sakit Sari Asih, Jalan Akses Tol Serang Timur, Nomor 1, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Senin (12/2/2018) malam dilempari batu oleh seorang ibu-ibu. Belum diketahui motif pelemparan batu yang membuat ornamen kubah masjid pecah tersebut. Saat ini pelaku telah diserahkan satpam rumah sakit kepada petugas kepolisian dari Polsek Cipocokjaya.

Menurut saksi mata sekaligus sopir ambulan rumah sakit, Makmun (43) kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 atau setelah jamaah salat magrib membubarkan diri.  Tiba-tiba di sisi kiri kubah masjid terdengar bunyi pecahan kaca. Sontak, sejumlah warga yang berada di sekitar masjid penasaran dan mendatangi lokasi sumber suara. “Ada suara tok-tok habis itu jeger suara kaca jatuh. Kebetulan saya menyaksikan itu,” ujar Makmun.

Ia mengatakan setelah mendengar suara kaca pecah warga lain memanggil satpam rumah sakit. Sedangkan dia menuju kubah masjid sisi kiri dan melihat ada sandal dan sarung di dekat tangga. “Pas saya mau naik tangga, di tangga itu saya lihat ada sandal dan sarung. Ada orangnya diatas, perempuan (ketika melihat ke atas),” kata Makmun.

Ia menjelaskan dari segi postur tubuhnya perempuan tersebut berusia sekitar 40 tahun dan berpakaian bersih. Saat diinterogasi perempuan tersebut mengaku bernama Nia asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dan tidak membawa barang. “Kalau ditanya nyambung dia bukan orang gila,” ucap Makmun.

Kedatangan perempuan tersebut lanjut Makmun ke rumah sakit bukan untuk membesuk pasien. Dia memecahkan kaca ornamen kubah karena mengaku disuruh orang sambil menunjuk gambar Pramono Edi Wibowo yang dipasang di billboard dekat rumah sakit. “Ditanya tujuannya enggak ada (datang ke rumah sakit). Katanya dia mau nyari toilet enggak ketemu, terus lempar batu. Enggak masuk akal (alasan perempuan tersebut). Saya tanya yang nyuruh siapa, dia nunjuk foto Pramono Edi Prabowo,” tutur Makmun.

Kepada satpam, perempuan tersebut mengaku baru saja pulang dari ziarah dari Banten Lama. Ia juga mengaku memiliki anak di Kota Cilegon. Oleh Satpam perempuan tersebut diamankan di rumah sakit dan kemudian diserahkan ke petugas kepolisian dari Polsek Cipocokjaya. “Tadi pagi informasinya telah diserahkan ke polisi, saya enggak ingat waktu persisnya,” kata Makmun.

Kapolsek Cipocokjaya Kompol Ucu Syarifullah mengatakan pihaknya telah mengamakan perempuan tersebut setelah dihubungi oleh pihak rumah sakit. Ia belum bisa menjelaskan secara rinci tersebut karena masih dilakukan pemeriksaan oleh anggotanya. “Sedang dilakukan pemeriksaan. Saya belum dapat pastikan (orang gila atau stres). Saya belum dapat laporan lengkap karena lagi ada pengamanan (acara penetapan pasangan calon Wali Kota Serang dan wakil wali Kota Serang). Motifnya (pengrusakan) belum tahu,” tutur Kapolsek. (FI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here