Kritisi Program UPPO, Mahasiswa Demo Dinas Pertanian

 

PANDEGLANG,(KB).- Mahasiswa Yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) Kabupaten Pandeglang kembali menggelar demo di depan halaman Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang, Selasa (22/8/2017), sekitar pukul 10.00. Kali ini dalam aksinya massa mahasiswa  menilai Program Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) yang tersebar di 18 kelompok tani di Pandeglang diduga bermasalah. Bahkan, proyek tersebut disinyalir berbau  korupsi yang terstruktur dan masif, karena terjadi di tingkat  dinas sampai kelompok tani.

Kordinator lapangan (korlap) aksi, Muklas Ade Putra mengatakan, prorgam yang dikucurkan dari kementrian tersebut disinyalir banyak bermasalah. Seperti dalam bangunan rumah kompos, bangunan bak permentasi, alat Pengelolaan Pupuk Organik (APO), kendaraan roda tiga, bangunan kandang ternak komunal dan ternak sapi. “Dalam program UPPO, pelaksanaannya tidak sesuai dengan harapan dan sasaran sesuai dengan pedoman program, seperti yang terjadi di  Kecamatan Saketi, Kecamatan Bojong, Kecamatan Sobang tidak sesuai dengan juklas dan juknisnya. Kami menduga  bantuan itu  dijadikan lahan korupsi yang dilakukan secara terstruktur dan masif,” kata Muklas.

‎Pihaknya meminta,  dengan permasalahan , Distan selaku pihak yang bertanggungjawab harus melakukan pengawasan. Apalagi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) diduga ikut bermain dalam program tersebut. “Kepala Distan harus bertanggung jawab, dan mundur dari jabatannya, karena tidak mampu mengemban amanah yang diberikan. Apalagi program UPPO itu bersumber dari keuangan negara,” katanya.

Hal hampir senada dikatakan mahasiswa lainnya, Maman Maulana, dengan program UPPO yang diduga telah menyalahi aturan. Ia menilai bahwa  pihak Distan telah memperdaya kelompok-kelompok tani dengan modus mengintip program untuk memperkaya diri. “Program itu kan  tujuannya untuk memperdayakan petani, dalam rangka perbaikan kesuburan lahan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dibidang produk pupuk organik, namun itu tidak sesuai dengan kenyataan. Praktik di lapangan, program ini malah petani dijadikan sapi perah oleh oknum Distan,” ucapnya.(Iman Fathurohman/KB)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here