Krakatau Posco Dinilai tak Berkontribusi

CILEGON, (KB).- Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi mengkritisi kehadiran PT Krakatau Posco di Kota Cilegon. Politisi Partai Golkar tersebut menilai, perusahaan joint venture PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Iron and Steel Company (Posco) tersebut tidak memiliki kontribusi apa-apa terhadap pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Menurut dia, penilaian tersebut diambil setelah PT Krakatau Posco beroperasi selama beberapa tahun di Kota Cilegon. Namun, sejak pertama berdiri, jumlah perekrutan pegawai dari masyarakat Cilegon hampir tidak ada. “Jumlahnya sedikit sekali. Sejak pertama berdiri di Kota Cilegon, perekrutan tenaga kerja dari lokal hampir tidak ada,” katanya.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan harapan Pemkot Cilegon. Di mana sejak awal pemkot menitipkan kepada manajemen PT Krakatau Posco untuk menjadikan masyarakat Cilegon prioritas dalam hal prekrutan tenaga kerja. “Pada prinsipnya kami telah meminta Krakatau Posco untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal Kota Cilegon dalam hal perekrutan. Namun, nyatanya yang menjadi prioritas mereka tidak lain masyarakat Korea,” ujarnya.

Tidak hanya dari sisi regional, menurut dia, kehadiran PT Krakatau Posco dinilai merugikan PT Krakatau Steel. Sebab, harga produk baja hasil PT Krakatau Posco merusak harga hasil produksi baja PT Krakatau Steel. “Bahkan, menurut saya, kehadiran PT Krakatau Posco telah merugikan untuk PT Krakatau Steel secara bisnis. Jadi, tidak ada untungnya kehadiran PT Krakatau Posco selama beberapa tahun terakhir,” ucapnya.

meningkatkan kontribusi

Ia meminta pihak Kementerian BUMN (badan usaha milik negara) untuk mengevaluasi keberadaan PT Krakatau Posco. Penilaian kembali perusahaan tersebut diharapkan untuk meningkatkan kontribusi terhadap Kota Cilegon dan Pemerintah Pusat.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Nurotul Uyyun menilai, PT Krakatau Steel selaku perusahaan pada modal memang kurang berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran di Kota Cilegon. “Sepertinya, karena perusahaan padat modal yang hanya membutuhkan sedikit karyawan, jadinya PT Krakatau Posco tidak berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran,” tuturnya. Oleh karena itu, ia berharap, agar Pemkot Cilegon menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dibutuhkan oleh PT Krakatau Posco. Setidaknya ada pelatihan menjadi operator-operator yang dibutuhkan perusahaan tersebut. (Sigit/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here