KPW Banten Lama Dijadwalkan Selesai Tahun Ini

Kawasan Kesultanan Banten

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang saat ini sedang mengejar pembangunan Kawasan Penunjang Wisata (KPW) Banten Lama. Sebab, berdasarkan jadwal pekerjaan dan anggaran, pengerjaan ini harus rampung pada Desember tahun ini.

“Iya, di Desember harus sudah selesai, karena ini masuk dalam anggaran tahun 2019. Jadi, saat ini kami sedang mengejar pembangunan KPW dan pematangan lahan,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Serang M Ridwan, usai meninjau lokasi pembangunan KPW di Kawasan Banten Lama bersama Wali Kota Serang, Senin (23/9/2019).

Ia menjelaskan, secara keseluruhan luas KPW tersebut sekitar 11 hektare. Termasuk tanah bengkok milik Pemerintah Kota (Pemkot) Serang seluas 2 hektar. Sehingga, pihaknya tidak perlu melakukan pembebasan lahan.

“Jadi dipakai saja (tanah bengkok), karena kan memang itu punya kami, Pemkot Serang. Nantinya akan dibangun kios, jadi untuk pemindahan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) yang di Banten Lama. Intinya untuk pedagang yang berada di zona inti, karena disana harus bersih dari pedagang,” ujarnya.

Selain itu, di KPW juga, kata dia, akan dijadikan pusat kuliner. Kemudian, lahan parkir pengunjung yang hendak ziarah atau berwisata ke Kawasan Banten Lama. Serta sarana prasarana penjunjang lainnya, seperti mushola, toilet, dan Tourism Information Centre (TIC).

“Nanti juga akan ada pengembangan-pengembangan lain terkait dengan kegiatan provinsi yang terpusat di KPW. Untuk pemkot sendiri, telah membangun 500 kios pedagang, TIC dan saat ini kami sedang pematangan lahan dan pembangunan jalan utama,” ucapnya.

Sedangkan untuk anggaran pembangunan KPW, ia menjelaskan sebesar Rp 30 miliar. “Total APBD itu Rp 30 miliar yang digunakan untuk pembangunan jalan, pematangan lahan, mushola, pedestrian, dan toilet. Yang paling besar menghabiskan anggaran itu pematangan lahan dan pembangunan jalan,” katanya.

Wali Kota Serang Syafrudin juga mengatakan, pembangunan KPW ini memiliki batas waktu hingga Desember. Sehingga DPUPR harus segera melakukan pembangunan secara maksimal. Namun, ada kendala terkait pembangunan gapura KPW, sebab ditemukan pondasi yang diduga merupakan benda cagar budaya.

“Iya, harus selesai di tahun ini, maksimal Desember. Tapi terkendala dengan adanya penemuan pondasi pada galian gapura KPW. Nanti PUPR akan koordinasi dengan BPCB terkait penemuan itu. Tapi saya minta pengerjaan ini harus selesai di tahun ini juga,” ucapnya. (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here