Senin, 20 Agustus 2018

KPU Kota Tangerang Diminta Keterbukaan Anggaran Biaya

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota Tangerang telah memberikan hibah daerah kepada KPU Kota Tangerang untuk mengoperasikan Pilkada 2018 sebesar Rp 61,3 miliar. KPU pun akan menghemat dana tersebut. Selain itu, KPU Kota Tangerang beberapa waktu lalu juga mendapatkan surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Isi surat tersebut meminta kepada KPU untuk kejelasan mengenai anggaran biaya selama pelaksanaan Pilkada 2018.

Sekretaris KPU Kota Tangerang Ginanjar mengatakan, surat tersebut menginstruksikan untuk keterbukaan rincian semua anggaran biaya. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan KPU Provinsi.
“Saya sudah koordinasi ke KPU provinsi nanti kan datanya ada di sana. Harusnya KPK itu ke KPU RI dan ini sempat rame juga di group KPU,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah terbuka mengenai rincian biaya. Sebab, KPU kabupaten/kota datanya sudah ada di KPU provinsi dan KPU RI. “Kita juga lapor ke KPU provinsi dan di KPU RI juga ada datanya. Kita kan terbuka apalagi soal hibah ini, KPK cuma suruh lapor ke KPU provinsi soal anggaran kegiatan,” katanya.
Surat tersebut ternyata tidak hanya dikirimkan untuk KPU Kota Tangerang, namun juga ke 171 daerah yang terlibat sebagai penyelenggara Pilkada serentak 2018. “KPU sudah menyiapkan rincian sesuai dengan proposal. Laporan selesai Pilkada, KPU sendiri paling lambat tiga bulan sesudah pelaksanaan, nanti dikembalikan jika ada dana yang tidak terserap,” tuturnya.

Sementara Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi Pane mengatakan, NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) yang sudah ditandatangani sebesar Rp 61,3 miliar, ditambah dengan kondisi yang seperti ini pihaknya akan cukup banyak melakukan penghematan. Menurut Sanusi, penggunaan NPHD untuk menyosialisasikan Pilkada Kota Tangerang sebesar 13 persen. Hal itu dikarenakan, semulanya KPU menganggarkan biaya untuk sosialisasi dengan mencetak alat peraga kampanye sebanyak lima pasangan calon.

Namun, mengingat hanya ada satu pasangan calon saja yang mendaftar, KPU akan mengondisikan NPHD tersebut. “Lumayan cukup banyak hampir 13 persen dari dana yang ada kegiatan-kegiatan sosialisasi kita dimulai dari tingkat KPU sampai TPS,” kata Sanusi. Sanusi menjelaskan, partisipasi pemilih di Kota Tangerang sebanyak 1,5 juta jiwa. Sementara untuk per satu pemilih, KPU menganggarkan indeksnya sebesar Rp 43.800 per pemilih.

“Jadi sebenarnya per kepala itu kecil, karena kita anggarannya per pemilih hanya segitu. Dan itu sudah mengcover kampanyenya, sosialisasinya, honorariumnya, kegiatan-kegiatan lainnya. Jadi indeksnya segitu, ya kecil lah sebenarnya,” tuturnya. Besaran harga indeks per pemilih tersebut sangat kecil dibandingkan daerah lain. “Jika dibanding daerah lain mungkin se-Banten saja kita yang paling kecil untuk indeks per pemilihnya,” ucapnya

Percaya diri

Selain itu, KPU Kota Tangerang juga percaya diri dan yakin calon pemilih pada Pilkada Kota Tangerang 2018 tidak akan malas untuk datang ke bilik suara, meskipun hanya diikuti satu pasangan calon.
Seperti diketahui, di Kota Tangerang hanya ada satu calon, yakni petahana Arief R Wismansyah-Sachrudin. Hal itu membuat pengamat miris, karena uang miliaran rupiah hasil pajak akan terkuras habis dengan perhelatan demokrasi tanpa ada kontestan lain itu.

“Prinsipnya, kami masih optimistis partisipasi pemilih sesuai target yaitu 78 persen, karena seiring waktu berjalan kami juga banyak kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Sanusi.
Ia akan mencanangkan kegiatan sosialisasi dengan cara mengetok dari pintu ke pintu rumah warga di Kota Tangerang pada 20 Januari hingga 18 Februari 2018. Kami akan door to door ke rumah warga untuk menyampaikan bahwa ada Pilkada pada Rabu 27 Juni 2018. Hal itu dilakukan oleh petugas PPDT Kota Tangerang,” katanya.

Dia juga berencana akan menggandeng lembaga-lembaga untuk bisa menginformasikan Pilkada Kota Tangerang secara masif. “Kami sudah membuat edaran kepada PPK PPS dan KPPS beserta aparatur pemerintahan di kecamatan dan kelurahan untuk berkoordinasi dengan seluruh marbot masjid se-Kota Tangerang untuk menyampaikan pengumuman dan tanggal coblos Pilkada saat ibadah digelar,” katanya. Sanusi pun telah mengagendakan untuk melakukan woro-woro keliling dengan mobil pada tiga hari terakhir sebelum pencoblosan. Dan pada hari H, pihaknya akan memutar jingle Pilkada Kota Tangerang di seluruh TPS dengan pengeras suara. (DA)***


Sekilas Info

RJK 2018, Kulineran ala 90-an Bareng Veteran di TangCity Mall

TANGERANG, (KB).- Nostalgia jajanan kuliner ala 90-an, puluhan pedagang kaki lima berkumpul di halaman parkir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *