Rabu, 26 September 2018

Kota Tangsel Segera Punya Perda Ketahanan Pangan

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ketahanan Pangan dan Gizi segera menjadi perda. Ini setelah panitia khusus (pansus) raperda tersebut melakukan tahapan finalisasi. “Kami juga sudah pastikan tidak ada aturan di atasnya yang berbenturan dengan raperda ini. Ada juga beberapa tambahan muatan lokal di dalamnya,” kata anggota Pansus Raperda Ketahanan Pangan dan Gizi, Bambang Triyadi, Rabu (14/2/2018).

Politisi PDIP tersebut menambahkan, nantinya ada beberapa pasal atau poin yang akan diatur dalam raperda tersebut. Ini untuk memastikan keutuhan pangan dan juga kualitas gizi yang baik untuk masyarakat Kota Tangerang Selatan. Ketua Pansus Raperda Ketahanan Pangan dan Gizi, Undang Kasi Ujar menambahkan, regulasi tersebut penting untuk menjaga ketahanan pangan dan gizi di kota berpenduduk 1,45 juta jiwa tersebut. “Kami berharap, segera selesai semua tahapannya, agar regulasi ini segera bisa digunakan,” ujarnya.

Wajib miliki laboratoriun

Seluruh pasar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus memiliki mini laboratorium. Demikian salah satu poin yang tertuang dalam rancangan peraturan daerah (raperda) ketahanan pangan dan gizi yang saat ini progresnya sudah masuk tahap finalisasi. “Harus ada mini lab di semua pasar. Fungsinya untuk mengecek dan memantau kualitas pangan dan gizi yang masuk ke pasar sebelum diedarkan atau dijual ke masyarakat,” ucapnya.

Dengan adanya mini lab tersebut, tutur dia, seluruh barang yang dijual di pasar harus melalui proses uji lab terlebih dahulu sebelum dijual. Jika hasil dari uji lab pangan tersebut dinyatakan sehat, maka boleh dijual. “Misalnya ayam atau tahu, yang masuk ke pasar itu harus diuji lab dulu, setelah dinyatakan sehat dan layak untuk dikonsumsi, baru pedagang itu diperbolehkan menjual dagangannya,” tuturnya.

Melalui uji lab tersebut, dia berharap, seluruh kebutuhan pangan di kota perdagangan dan jasa tersebut terjaga kualitasnya serta memiliki nilai gizi baik. Eksesnya, tentu saja perbaikan kualitas kesehatan warga Tangsel. “Dari data yang kami dapat, sebagian besar penyakit anak-anak muda di Kota Tangsel itu, berasal dari buruknya kualitas makanan yang dikonsumsi. Sehingga, bagi kami perda ini sangatlah penting,” katanya.

Terkait pendanaan mini lab tersebut, dia menuturkan, nantinya akan diatur dalam peraturan wali kota (perwal). Nantinya, perwal tersebut yang akan mengatur lebih teknis lagi mengenai mini lab tersebut. “Untuk itu, perwal yang mengatur, yang penting kami sudah buatkan dasar hukumnya mengenai pembentukan atau pengadaan mini lab di semua pasar yang ada di Kota Tangsel,” ucapnya. (Dewi Agustini)***


Sekilas Info

Polres Tangsel: Waspadai Penipuan Rekrutmen CPNS

TANGERANG, (KB).- Kepolisian Resort Tangerang Selatan mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai aksi kejahatan penipuan. Tindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *