Rabu, 17 Januari 2018
Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan lima aplikasi yang berbasis daring, Kamis (11/1/2018) di ruang Tangerang Live Room, Puspemkot Tangerang. Adapun kelima jenis aplikasi tersebut di antaranya E-Sabakota, E-Transport, E-Audit, Pindah Sekolah Online, dan Perizinan Online. Dan aplikasi terbaru tersebut, sudah terintegrasi dengan aplikasi Tangerang Live.*

Kota Tangerang Miliki 174 Aplikasi Berbasis ”Online”

TANGERANG, (KB).- Mengawali tahun 2018, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) meluncurkan lima aplikasi yang berbasis online, Kamis (11/1/2018) di ruang Tangerang Live Room, Puspemkot Tangerang. Adapun kelima jenis aplikasi tersebut di antaranya E-Sabakota, E-Transport, E-Audit, Pindah Sekolah Online, dan Perizinan Online. Aplikasi terbaru tersebut sudah terintegrasi dengan aplikasi Tangerang Live.

Dalam sambutannya, Kadis Kominfo Kota Tangerang, Tabrani menjelaskan, kelima aplikasi tersebut bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang mengembangkan Tangerang Smart City. “Kami terus berupaya menjalankan pemerintahan yang baik. Terutama dalam mewujudkan pelayanan prima yang paripurna bagi masyarakat,” katanya. Ia menjelaskan, aplikasi yang diluncurkan kali ini di antaranya perizinan online yang bertambah hingga 123 aplikasi. “Sebelumnya sudah ada 20 aplikasi, tapi sekarang sudah ada 123. Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses perizinan,” ujarnya.

Aplikasi Sabakota merupakan sistem aplikasi bantuan Kota Tangerang, yaitu program bantuan dana diberikan secara selektif oleh pemerintah untuk ide-ide kreatif yang diusulkan oleh seluruh masyarakat Kota Tangerang. “Setiap masyarakat atau organisasi di Kota Tangerang yang ingin mengajukan proposal hibah bansos melalui Sabakota, cukup mendaftarkan melalui aplikasi dan mengirimkan kelengkapan dokumen secara langsung, setelah itu pemerintah akan memverifikasi,” ucapnya.

Tabrani menjabarkan, untuk aplikasi E-Transport, masyarakat Kota Tangerang bisa mengetahui trayek dan keberadaan moda transportasi umum yang melintas di Kota Tangerang. Pelayanan transportasi dengan versi android ini yang tersambung dengan sistem GPS.  “Jadi bisa mempermudah masyarakat menumpangi transportasi umum,” tuturnya.

Untuk aplikasi E-Audit diluncurkan sebagai alat bantu inspektorat dalam pemeriksaan dan pengelolaan keuangan daerah. Sementara aplikasi Pindah Sekolah Online atau Mutasi Sekolah, melalui sistem ini masyarakat khususnya para wali murid dengan mudah mengajukan pindah sekolah untuk anak didiknya. “Pindah sekolah online ini baik dari dalam maupun luar Kota Tangerang bisa dilakukan. Selain memudahkan, sistem ini juga mempersingkat waktu pertemuan antara orangtua siswa dengan guru maupun sekolah,” katanya.

Dan yang terakhir adalah aplikasi Perizinan Online, merupakan aplikasi yang dikembangkan di tahun 2017 dengan layanan 20 kategori perizinan. “Sejatinya aplikasi ini dikembangkan untuk memudahkan proses perizinan. Untuk itu, aplikasi ini diberikan beberapa fitur dalam proses perizinan,” ujarnya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang itu menambahkan, ke depan pihaknya akan terus mengembangkan aplikasi yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan.

Sementara Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah mengatakan, Pemkot Tangerang terus berupaya mengembangkan Tangerang Smart City. Hingga saat ini, total aplikasi yang berbasis online maupun android yang dimiliki oleh Pemkot Tangerang sudah ada sebanyak 174. “Kini total aplikasi yang Pemkot Tangerang miliki ada 174. Semoga makin memudahkan masyarakat dalam meraih informasi dan pelayanan,” ucapnya saat ditemui di Puspemkot Tangerang.

Arief menjelaskan, tujuan dari dikembangkannya beberapa aplikasi adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.  “Pelayanan yang kami lakukan bukan hanya untuk 2 juta masyarakat Kota Tangerang, namun masyarakat sekitar Kota Tangerang yang bekerja dan memiliki usaha di Kota Tangerang,” ucapnya. Sehingga, lewat salah satu aplikasi E-Transport dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses angkutan massal yang ada di Kota Tangerang. “Karena banyak masyarakat Kabupaten Tangerang yang menjadikan Kota Tangerang sebagai perlintasan utama menuju Jakarta,” tuturnya.

Arief menekankan, pihaknya tidak akan berhenti mengembangkan Smart City. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya meminta kepada Dinas Komunikasi dan Informasi membuat aplikasi E-Raport. “Jadi orangtua bisa lihat nilai anaknya dari Tangerang Live. Kalau bisa terintegrasi juga dengan daftar hadir siswa,” tuturnya. (DA)***


Sekilas Info

Puluhan Botol Miras Oplosan Diamankan

TANGERANG, (KB).- Puluhan botol minuman keras (Miras) oplosan diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Kronjo dari beberapa warung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *